,

Mantap! Indonesia ekspor CN-235 ke Senegal dan Pantai Gading senilai US$ 75 juta

Pekerja mengerjakan badan pesawat CN235-220 pesanan Nepalese Army di hanggar sub assembly CN235 PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/1). Kementerian Perindustrian memproyeksikan realisasi investasi di sektor manufaktur mencapai Rp400 triliun pada 2018. Target tersebut akan disumbang dari realisasi investasi sektor agro, industri kimia, tekstil, industri logam, alat transportasi, dan elektronika. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye/18

Militer – PT Dirgantara Indonesia (PT DI) makin eksis di pasar global. Diam-diam, perusahaan pembuat pesawat terbang yang berbasis di Bandung, Jawa Barat ini bersiap mengekspor pesawat produksinya ke Afrika.

Dikutip dari akun Twitter Kementerian Luar Negeri, @Kemlu_RI, Senin (12/11), PT DI telah meneken kesepakatan penjualan pesawat tipe CN-235 dengan Senegal dan Pantai Gading senilai US$ 75 juta. Sebagai informasi, CN-235 merupakan pesawat angkut kelas menengah berjenis fixed-wing turboprop. Pesawat yang kerap disebut sebagai “Tetuko” ini merupakan buah dari kerjasama antara PT DI (d/h IPTN) dengan CASA Spanyol pada tahun 1979.

Saat ini, PTDI telah memproduksi 431 unit pesawat berbagai tipe dengan jenis fixed-wing turboprop. Sebanyak 48 unit diantaranya diekspor ke sejumlah negara

Menurut Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri Daniel Tumpal Simanjuntak, ekspor pesawat produksi PT DI kali ini buah dari penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018, April lalu di Bali. “Kami akan terus dorong ke depannya dan melakukan penjajakan,” kata Daniel saat dihubungi oleh Kontan.co.id.

IAF 2018 merupakan forum yang secara khusus diinisiasi Kemlu untuk memperkuat diplomasi ekonomi di Afrika sebagai salah satu pasar non tradisional yang potensial. Pada perhelatan tersebut, Indonesia berhasil mencatat transaksi sebesar US$ 586,56 juta yang diperoleh melalui penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan saat pembukaan IAF 2018. Selain itu, terdapat pula business announcement yang terjalin senilai US$ 1,3 juta.

Sumber: Kontan