, ,

Biar Tambah Garang, Delapan Unit Hawk 100/200 TNI AU Sedang di Upgrade

foto: www.instagram.com/macan_hitam12/

Militer – Pengiriman batch awal dari versi upgrade dari armada Hawk 100/ 200 BAE Systems Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) sedang berlangsung, menyediakan pesawat serang/ latih ringan dengan refurbishment yang akan memperpanjang masa operasionalnya.

Dilansir dari laman Janes (9/ 11) , 32 unit jet tempur Hawk telah dioperasikan oleh Angkatan Udara Indonesia, delapan unit lainnya berada di bawah kontrak upgrade , yang meliputi pembongkaran pesawat untuk pemeliharaan, dengan tujuan memperpanjang umur armada yang mulai beroperasi pada tahun 1980-an/ 1990 ke tahun 2030. Michael Salkeld, direktur regional untuk BAE Systems International, mengatakan kepada The Show Daily bahwa pekerjaan ini sedang dilakukan di bawah kontrak yang ditandatangani pada 2017.

Dia menambahkan bahwa sistem navigasi juga ditambahkan ke Hawk. Ambisinya adalah untuk meningkatkan semua pesawat ke standar baru, meskipun untuk saat ini hanya delapan unit yang terikat kontrak untuk dimodifikasi. Perusahaan mengklaim ada permintaan yang lebih nyata untuk akuisisi armada baru Hawk di tempat lain, meskipun tidak ada alasan mengapa Indonesia tidak akan mempertimbangkan pembelian baru, terutama mengingat angkatan udara sedang berusaha untuk meningkatkan armada tempurnya dan mempertahankan kemampuan minimal 150 pesawat tempur.

Salkeld mencatat bahwa Indonesia dapat mengambil manfaat dari versi T2 terbaru dari Hawk dan itu akan menjadi “pembelian yang sangat baik”, yang akan menerima kemampuan generasi keempat, mencakup peningkatan kokpit kaca. Hawk biasanya ditawarkan sebagai pesawat pelengkap Eurofighter Typhoon, dan Salkeld mencatat bahwa perusahaan dapat menawarkan ini ke Indonesia lagi jika ada permintaan. Selain itu, perusahaan juga terbuka untuk menawarkan keahlian teknologi dalam pengembangan penempur next-generation KF-X/ IF-X yang dilakukan bersama oleh Indonesia dan Korea Selatan.

BAE (UK Pavilion) telah bermitra melalui cara ini dengan industri Turki melalui komitmen government-to government dalam pengembangan pesawat tempur TF-X. “Kami akan senang untuk menawarkan teknologi pesawat,” kata Salkeld. “Sebagai perusahaan, jumlah sistem yang kami miliki untuk F-22 dan F-35 tidak selalu diakui.”

Source: janes.com via lancerdefense.com