,

Kekuatan Militer Mulai Tergerus, AS Terancam Kalah Jika Perang Lawan Rusia dan China

Peluncuran rudal Tomahawk dari kapal perang AS menuju pangkalan militer Suriah (US Today)

Militer  – Komisi Strategi Pertahanan Nasional AS mengeluarkan penyataan mengejutkan, bahwa militer Amerika Serikat ( AS) berisiko menderita kekalahan jika berkonflik dengan Rusia maupun China.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (15/11/2018), Komisi Strategi Pertahanan Nasional adalah lembaga yang dibentuk Kongres AS untuk memberi pandangan secara netral.

Dilaporkan BBC Kamis (15/11/2018), komisi itu diketuai Eric Edelman. mantan pejabat Pentagon di era Presiden George W Bush.

Dalam laporan tersebut, kekuatan militer AS yang dominan dalam beberapa generasi terakhir mulai tergerus dan harus dicarikan solusinya.

“Keunggulan militer Amerika telah terkikis dalam tingkat yang sangat berbahaya. Tantangan yang harus ditangani jika tidak ingin keamanan nasional jadi taruhannya,” demikian bunyi laporan itu.

Peringatan kepada pemerintahan Presiden Donald Trump itu muncul setelah anggaran pertahanan terancam dipangkas pada tahun fiskal 2018 dan 2019.

Terjunnya AS ke konflik Timur Tengah seperti Irak dan Afghanistan memberikan imbas negatif karena pasukan hampir tak menemui tantangan berarti.

Selain mereka tak menerima ancaman dari udara, militer AS di sana juga tidak mendapat permasalahan di bidang komunikasi seperti penggunaan GPS.

Di sisi lain, China dan Rusia telah mempelajari militer AS dan melakukan peremajaaan terhadap angkatan bersenjata mereka.

Mereka memodernisasi militer berbasis dengan kekuatan tradisional mereka, sekaligus mulai menangkal AS di tempat yang mereka kuasai.

Salah satu contoh adalah intervensi yang dilakukan Rusia di Ukraina menunjukkan kekuatan penghancur dari artileri Moskwa.

Ditunjang dengan peralatan yang canggih, mereka membuat tentara Ukraina tak berdaya sambil terus menyembunyikan kekuatan mereka.

Laporan itu memberikan apresiasi kepada pemerintahan Trump yang mulai memfokuskan diri terhadap Negeri “Panda” dan Rusia.

Militer.me TV:

Namun dikutip CNN, komite mengkritisi strategi dari pemerintah tak dibarengi penjelasan gol apa yang ingin dicapai militer.

Strategi Pertahanan Nasional Trump terlalu terpaku pada asumsi dan kurang analisis yang berimbas kepada pertanyaan kritis tak terjawab bagaimana AS menghadapi tantangan.

Karena itu, komite memberikan lebih dari 30 rekomendasi kepada pemerintahan Trump, dengan BBC fokus kepada rekomendasi yang dianggap paling vital.

Fokus pendanaan bagi AS dan sekutunya untuk menangkal China di Asia dan Rusia di Eropa.
Kurangi ketergantungan akan komponen yang didatangkan dari luar. Seperti misalnya China.
Pertahanan keberadaan pasukan AS di Timur Tengah meski nantinya kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikalahkan.
Perbesar kapasitas pasukan AS sehingga mereka bisa berperang di dua medan. Saat ini militer hanya mampu berfungsi di satu front.
Tambahkan tank, rudal jarak jauh dan artileri.
Perbanyak teknisi dan bentuk unit pertahanan udara.
Perbanyak armada kapal selam AS dan perbesar pasukan lautnya.
Penuhi kebutuhan Angkatan Udara apapun itu.
Pertahankan jumlah Korps Marinir. Kalau bisa jangan dikurangi.
Selain hal teknis, komite juga menggarisbawahi perlunya kekuatan sebuah diplomasi karena AS tak dilatih untuk bertarung sendirian.

Mereka mengkritik Trump yang terlalu fokus kepada dirinya dan kerap terlibat ketegangan dengan para pemimpin Eropa lain.

Baru-baru ini, Trump berselisih paham dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron setelah muncul gagasan membentuk pasukan gabungan Eropa.

Seruan itu dilontarkan Macron setelah Trump mempertimbangkan kans untuk menarik AS dari perjanjian nuklir era Perang Dingin dengan Rusia (dulu bernama Uni Soviet).

Sumber:tribunnews