,

Ikut Lomba Tembak AARM 28 di Malaysia, TNI AD Masih Terlalu Perkasa dan Kalahkan Militer Negara Asean

TNI AD dalam lomba tembak Asean Armies Rifle Meet (AARM) ke 28 di Malaysia. FaktualNews.co/Dofir/

Militer – TNI AD makin tak terkalahkan, sudah bisa dipastikan tetap bertengger sebagai juara umum dalam lomba tembak Asean Armies Rifle Meet (AARM) ke 28 di Malaysia hingga penutupan nanti pada hari Selasa (27/11/2018) mendatang.

Tak sekedar keluar sebagai juara umum, kontingen Indonesia ini, juga berhasil memecahkan rekor raihan emas yang dibuatnya sendiri pada tahun 2017 lalu. Dengan total raihan 32 emas, 13 perak dan 10 perunggu.

“Tahun lalu, kita menjadi juara AARM dengan 9 trophy dan 31 emas. Oleh karenanya dengan perolehan 9 trophy dan 32 emas kali ini, kontingen kita tidak hanya memastikan juara. Tapi juga berhasil menjawab tantangan pimpinan TNI AD, yaitu memecahkan rekor medali,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya melalui rilis tertulisnya Sabtu, (24/11/2018).

Kontingen Indonesia, dalam lomba tembak selama ini memang dikenal dengan tradisi emasnya. Dan diketahui acap kali memecahkan rekor tiap tahun di setiap gelaran.

Tahun 2017 lalu di Singapura, kontingen TNI AD berhasil menjadi juara dengan menyabet 9 trophy sebanyak 31 medali emas, 10 perak dan 10 perunggu. Raihan ini juga menutup capaian emas pada tahun sebelumnya dengan 6 trophy sebanyak 21 medali emas, 15 perak, dan 14 perunggu.

“Ini prestasi yang membanggakan, dan menunjukkan bahwa prajurit TNI AD dengan senjata dari produksi dalam negeri, masih jadi yang terbaik di Asia Tenggara,” ucap Kadispenad.

Tercatat, semenjak ikut dalam lomba tembak se Asean pada tahun 1991. Kontingen Indonesia sudah 12 kali memuncaki daftar raihan emas. Yakni, tahun 1992, 2004, 2006, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2014, 2016, 2017 dan 2018.

“Tahun 2015, juara umum di rebut Thailand yang ketika itu juga sebagai tuan rumah. Alhamdulillah, tahun 2016 hingga sekarang tradisi juara umum kembali ke Indonesia,” lanjutnya.

Dijelaskan oleh Kadispenad, Indonesia berhasil mengoleksi tambahan trophy dan medali pada hari ke enam. Sebanyak 2 trophy, 4 emas, 3 perak dan 2 perunggu.

Medali itu diperoleh dari cabang lomba Senapan (Match 3 dan 4), Pistol Putra (Match 5 Falling Plate atau FP), Pistol Putri (Match 4 FP), serta Senapan Otomatis atau SO (Match 4).

“Dua trophy dari cabang lomba senapan yaitu overall individual dan overall tim, serta empat emas dari cabang senapan dan pistol putra.” terangnya.

Menurut lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 ini, perolehan trophy dan medali tersebut tidak mudah. Karena dalam pertandingan tersebut berlangsung dengan kompetisi yang ketat.

“Jika tidak fokus dan ditambah keyakinan diri, kita bisa lewat (kalah) oleh yang lain, terutama (dari tim) Thailand,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, Tim Indonesia masih terus berlaga hingga penghabisan di Lapangan 400 Terendak Camp, Melaka, Malaysia.

Berikut daftar raihan emas dari setiap negara.

1. Indonesia (9 Trophy, 32 Emas, 13 Perak, 10 Perunggu).
2. Thailand (2 Trophy, 6 Emas, 22 Perak, 10 Perunggu).
3. Filiphina (2 Emas, 4 Perak, 12 Perunggu).
4. Myanmar (1 Trophy, 2 Emas,1 Perak).
5. Vietnam (1 Trophy, 1 Emas 1 Perunggu).
6. Malaysia (1 Perak, 7 Perunggu).
7. Brunei (1 Perak).
8. Singapura (1 Perunggu).
9. Laos (1 Perunggu).
10. Kamboja ( – ).

Sumber: Faktualnews.co