,

Brazil Akhirnya Nonaktifkan Kapal Induk NAe São Paulo Gara gara gak Mapu bayar biaya operasioanl yang tinggi

Militer – Setelah 55 tahun mengarungi laut biru, Angkatan Laut Brazil akhirnya menonaktifkan kapal induk NAe São Paulo (A12) pada 22 November 2018.

Kapal buatan Chantier de l’Atlantique ini sejatinya adalah Clemenceau-class FS Foch (R99) yang dioperasikan Perancis sejak Juli 1963 dengan nama Foch.

Kapal induk ini kemudian dibeli Brazil dan dioperasikan sejak 15 November 2000 untuk menggantikan kapal induk era Perang Dunia II NAeL Minas Gerais (A11).

Brasil sebelumnya telah mendekati negara lain seperti Spanyol, yang ingin membangunkan kapal induk senilai 500 juta dolar AS untuk Brasil.

Brazil sendiri sudah membeli 23 pesawat tempur A-4 Skyhawk bekas pakai Kuwait seharga 70 juta dolar AS. Pembelian Skyhawk ini bersama helikopter yang sudah ada dalam inventaris, adalah untuk membentuk grup pembom tempur São Paulo.

Dalam pengabdiannya di Brazil selama 18 tahun, NAe São Paulo (A12) telah berlayar selama 206 hari dan sejauh 53.246 mil laut. Rencana menonaktifkan NAe São Paulo (A12) telah diumumkan Brazil sejak 14 Februari 2017.

Sejak mengoperasikan NAe São Paulo (A12), AL Brazil telah memodernisasi radar pencari, komunikasi, mesin, catapult-steam boilers, dan sistem lainnya.

Namun dikarenakan alasan biaya operasioanl yang tinggi, keputusan menonaktifkan NAe São Paulo (A12) sudah tidak bisa ditunda lagi.

Sesungguhnya sejak berlabuh di Brazil, NAe São Paulo (A12) sudah kepayahan karena tingginya biaya operasional. Kapal induk NAe São Paulo (A12) disebutkan bahkan tidak pernah berhasil beroperasi selama lebih dari tiga bulan tanpa perlu perbaikan dan pemeliharaan.

Kebakaran hebat juga melanda pada 17 Mei 2004, setelah sebuah ledakan terjadi pada steam network di ruang mesin. Kebakarn kembali terjadi tahun 2012. Sistem katapel pesawat juga bermasalah.

Alhasil, inilah keputusan terbaik bagi AL Brazil. $beny adrian)

Sumber : https://mylesat.com/