, ,

Pengalaman Pahit ‘Dihajar’ Pakistan, Membuat India Bangkit dan Perbanyak Jet Tempur Sukhoi

Militer – Dalam berbagai konflik untuk memperebutkan wilayah di perbatasan sudah beberapa kali jet-jet tempur Angkatan Udara India (IAF) berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara yang digelar oleh militer Pakistan.

Peristiwa tertembak jatuhnya jet-jet tempur andalan itu jelas membuat malu IAF. Pasalnya, selama ini India merasa sebagai kekuatan udara paling superior dibandingkan kekuatan udara dua negara tetangganya yang kerap jadi seteru, yaitu Pakistan dan Bangladesh.

Salah satu pertempuran India-Pakistan yang menunjukkan bahwa IAF belum meraih superioritas udara terjadi pada 11 Mei 1999.

Pada saat itu India-Pakistan terlibat konflik perbatasan di kawasan Kargil. Militer India pun mengerahkan pasukan daratnya dalam jumlah besar yang didukung oleh sejumlah helikopter serang serta jet-jet tempur seperti MiG-27, MiG-21, dan MiG-29.

Akan tetapi, kekuatan udara (air power) yang dikerahkan IAF untuk menghantam militer Pakistan itu ternyata gagal meraih superioritas udara. Dalam pertempuran sengit yang berlangsung pada 27 Mei, dua jet tempur India MiG-21 dan MiG-27 bahkan tertembak jatuh.

Hari berikutnya, menyusul heli angkut Mi-17 yang juga berhasil ditembak jatuh oleh tiga rudal militer Pakistan.

Untuk meraih superioritas udara sekaligus menghindari sergapan rudal-rudal Stinger Pakistan, IAF kemudian mengerahkan jet-jet tempur Mirage 2000 yang mampu terbang lebih tinggi dan bisa menyerang pada malam hari. Sementara MiG-29 yang juga masih dikerahkan, berperan sebagai pesawat pengawal.

Kendati Angkatan Udara Pakistan (PAF) mengerahkan jet-jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat, serangan udara yang dilakukan oleh IAF menggunakan Mirage 2000 berhasil menghantam depot logistik Pakistan di kawasan Kargil. Berdasar pengalaman ini keinginan India untuk memiliki jet tempur yang kemampuannya di atas Mirage pun makin menggebu-gebu.

Upaya IAF untuk meningkatkan kemampuan dan berusaha keras meraih superioritas udara terus digencarkan sejak konflik di Kargil.

Militer.me TV:

Untuk menambah kemampuan penyerangan, IAF pun menaikkan jumlah kebutuhan jet tempur Su-30MKI yang dimiliki hingga 314 pesawat. Jet-jet tempur andalan yang diimpor dari Rusia dan sebagian dibuat di dalam negeri ini digunakan sejak Januari 2016.

Sementara jet tempur MiG-29 yang oleh India dijuluki Baaz (elang) dijagokan menjadi pesawat unggulan untuk memenangkan pertempuran udara dan menjadi kekuatan lapis kedua setelah Su-30MKI. Saat ini IAF memiliki 69 MiG-29 dan semuanya telah dijadwalkan untuk di-upgrade menjadi MiG-29UPG.

Program upgrade MiG-29 menjadi MiG-29UPG dilaksanakan oleh industri pesawat terbang India, Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) dengan asistensi dari Rusia. Antara lain memasang radar Zhuk-ME yang dikembangkan oleh Concern Radio Electronic Technologies (KRET) untuk kepentingan perang elektronik .

Radar yang diproduksi oleh PHAZOTRON-NIIR Public Corporation ini juga berperan mendukung sistem kontrol senjata yang dimiliki oleh MiG-29UPG. Selain radar, MiG-29 UPG juga mengalami peningkatan pada kemampuan sistem avionik, kontrol bahan bakar secara digital, dan lainnya.

Khusus untuk jet tempur Mirage 2000 yang oleh AU India dijuluki Vajra (petir), tetap diunggulkan sebagai jet tempur multiperan. Untuk meningkatkan kemampuan tempur Mirage-nya, sebanyak 49 Mirage 2000H dan Mirage 2000TH kemudian menjalani upgrade menjadi Mirage 2000-5MK2 dan dua di antaranya sudah operasional sejak Maret 2015.

Sedangkan untuk MiG-21 yang oleh IAF difungsikan sebagai pesawat penyergap, dari jumlah total 132 pesawat akan disisakan 125 unit dan di-upgrade menjadi MiG-21 Bison.

Masa operasional MiG-21 Bison ini ditargetkan hingga tahun 2022 dan untuk selanjutnya akan digantikan oleh jet tempur generasi keempat buatan dalam negeri , HAL Tejas. Jet tempur multiperan Tejas yang akan menjadi andalan IAF ini sudah diserahkan sebanyak dua unit dan operasional mulai Juli 2016. (A Winardi)

Sumber : www.angkasareview.com/