,

Latihan Bantem Terpadu TNI 2018, Ajang Uji Network Centric Warfare

LATIHAN PERANG TNI

Militer – NI mengerahkan 1.427 personel gabungan yang terdiri dari 440 prajurit TNI AD, 469 prajurit TNI AL, 193 prajurit TNI AU, 75 Satkomplek TNI, dan 250 personel penyelenggara.

Selain itu, puluhan alutsista terdiri dari pesawat tempur, kapal perang, dan lusinan peluncur roket digelar untuk menghancurkan sasaran.

Begitulah suasana saat TNI menggelar Latihan Bantuan Tembakan (Bantem) Terpadu TNI Tahun 2018 di Baluran, Banyuputih, Situbondo, Rabu (28/11/ 2018). Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyaksikan langsung latihan Bantem dari Pos Tinjau T-12 Pusat Latihan dan Tempur (Puslatpur) Marinir-5 Baluran.

Dalam latihan ini diskenariokan operasi darat gabungan dalam rangka merebut center of gravity dan memberikan peluang gerak maju pasukan Infanteri, maka diperlukan bantuan tembakan terpadu dari darat, laut maupun udara.

Menurut Marsekal Hadi, tujuan latihan adalah menguji apakah sistem interoperability yang diawaki personel Komunikasi dan Elektronik (Komlek) berjalan dengan baik.

Interoperability adalah keputusan dari komando atas sampai komando bawah dan samping, agar semuanya bisa menerima dengan satu komando yang sama.

Militer.me TV:

“Tidak mudah menyatukan tiga kekuatan yang karakteristiknya berbeda dalam hal bantuan tembakan baik kekuatan darat, laut dan udara. Saya lihat tadi semuanya dapat berjalan dengan baik,” ujar Hadi.

Panglima TNI menyampaikan bahwa latihan ini diselenggarakan untuk menguji pengadaan persenjataan pada Renstra ke-II tahun 2015-2019, apakah sesuai peruntukannya. Dari latihan ini ternyata hasilnya sesuai dengan apa yang diinginkan, termasuk presisi ketepatan untuk menembak.

“Untuk itu apa yang kita inginkan dalam pengadaan persenjataan di Renstra ke-II tahun 2015-2019 semuanya sudah sesuai,” ungkap Panglima TNI.

“Sistem interoperability yang utama karena merupakan bagian dari platform yang sedang dibangun TNI yaitu Network Centric Warfare. Saat ini sedang dikembangkan dengan menggunakan bantuan satelit sehingga seluruh komunikasi kita tidak menggunakan BTS,” beber Panglima TNI.

Panglima TNI menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit TNI yang berlatih, bahwa Latihan Operasi Gabungan telah dilaksanakan pada akhir 2018. Semuanya bisa berjalan dengan baik serta mencapai tujuan yang ditetapkan.

“Saya bangga dengan seluruh prajurit baik TNI AD, AL dan AU telah menunjukkan profesionalismenya,” uaku Marsekal Hadi. (beny adrian)

Sumber : https://mylesat.com/