,

Taiwan Pertimbangkan Beli 66 F-16V ketimbang Jet Siluman F-35

AS mendesak India untuk membeli pesawat tempur F-16 agar terbebas dari sanksi setelah sepakat untuk membeli S-400 Rusia. Foto/Istimewa

Militer – Pemerintah Taiwan sedang mempertimbangkan untuk membeli sekitar 66 unit pesawat jet tempur F-16V dari Amerika Serikat (AS). Taipei cenderung memilih pesawat tersebut daripada beberapa pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning II.

Menteri Pertahanan Taiwan Yen Te-fa mengatakan kepada wartawan bahwa “darah baru” perlu disuntikkan ke pasukan pertahanan udara negara kepulauan itu.

“Karena tiga jenis pesawat tempur utama angkatan udara mencapai tahap pertengahan umur mereka, kami akan mempertimbangkan pembelian (pesawat tempur baru) selama itu memenuhi kebutuhan pertahanan kami,” katanya.

Pernyataan Yen muncul di tengah-tengah laporan media lokal yang menunjukkan Taiwan sedang berupaya membeli 66 unit jet tempur F-16V. Menurut Taiwan News, yang dikutip Jumat (30/11/2018), Angkatan Udara Republik China—nama resmi angkatan udara negara Taiwan—akan mengganti armada pesawat tempur F-5 di Pangkalan Udara Zhi-Hang dengan pengadaan F-16V.

Ketika ditanya tentang pembelian jet tempur paling potensial, Yen menekankan bahwa para pejabat sedang mempertimbangkan opsi apa pun yang akan membantu memperkuat pasukan Taiwan.

Menurut laporan National Interest, selain ingin membeli 66 jet F-16V terbaru, Taiwan juga mempertimbangkan pesanan enam unit F-16V untuk menggantikan F-16A/B Block 20s yang rusak.

Laporan itu menambahkan, Taiwan mulai menghindar dari tawaran pesawat jet tempur siluman F-35 Lockheed Martin AS setelah meninjau laporan Dewan Keamanan Nasional-nya yang menyatakan bahwa pesawat itu terlalu mahal dan pembeliannya tidak masuk akal karena kurangnya uji tempur secara nyata.

Pesawat tempur yang saat ini beroperasi untuk militer Taiwan antara lain 144 jet tempur F-16 A/B, 55 Mirage 2000 dan 129 jet tempur lokal Ching-kuo. Data itu merupakan laporan South China Morning Post, media yang berbasis di Hong Kong. Masing-masing jenis pesawat tersebut telah beroperasi sejak tahun 1990-an. (mas)

Sumber : https://international.sindonews.com/