,

Positif, Program Jet Tempur KF-X/IF-X Berjalan Sesusai Rencana

Foto: jet tempur KFX/IFX (Achmad Dwi Afriyadi-detikFinance)

Militer – Progres pengembangan jet tempur generasi 4.5 antara Korea Selatan yang diwakili oleh KAI (Korea Aerospace Industries) dan Indonesia yang diwakili oleh PT Dirgantara Indonesia mengalami kemajuan positif.

Hal itu terungkap dalam jumpa pers yang diadakan oleh PTDI, KAI, dan Kemhan usai pertemuan pembahasan Development Progress Status Review (DPSR) jet tempur KF-X/IF-X di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta hari ini, Kamis (6/12/2018). Angkasa Review termasuk media yang hadir atas undangan dari PTDI.

Hadir sebagai narasumber adalah Direktur Teknologi & Pengembangan PTDI Marsma TNI Gita Amperiawan, Program Manager KF-X/IF-X PTDI Heri Yansyah, dan Kapusiptekhan Balitbang Kemhan RI Marsma TNI Bambang Wijanarko.

Acara ini dilaksanakan sebagai sosialisasi dari hasil Preliminary Design Review (PDR) yang telah dilakukan bulan Juni 2018 silam. Konfigurasi akhir jet tempur KF-X/IF-X telah diputuskan.

Dalam kegiatan sosialisasi ini dipaparkan mengenai capaian dari iterasi desain jet tempur KF-X/IF-X yang dilakukan oleh Tim Engineer KAI dan PTDI dari 2011-2018.

Membuka pembicaraan, Gita Amperiawan mengungkapakan, saat ini kedua Tim Engineer kedua negara tengah mengerjakan detail desain (part drawing) KF-X/IF-X. Diharapkan, proses ini akan tuntas bulan Juli/Agustus tahun 2019 mendatang.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembangunan purwarupa jet tempur KF-X/IF-X.

Sebanyak delapan purwarupa akan dibuat, terdiri dari enam pesawat uji dinamis (uji terbang) dan dua uji statis (uji darat).

Militer.me TV:

Dua pesawat uji terbang merupakan versi tempat duduk ganda (tandem). Diharapkan purwarupa pertama KF-X/IF-X akan di-roll-out tahun 2020 dan penerbangan perdana dilakukan setahun berikutnya, tahun 2021.

Terkait dengan sumber daya manusia (SDM) dari Indonesia, disebutkan bahwa sejak terlibat dalam program pembuatan jet tempur multirole bersama Negeri Ginseng pada 2011, PTDI mulanya mengirimkan sebanyak 35 orang engineer. Mereka diikutkan dalam fase Technology Development (TD) yang dipusatan di Daejeon, Korea Selatan.

Kemudian meningkat menjadi 81 engineer pada 2016 saat memasuki fase Engineering Manufacturing Development (EMD) yang dipusatkan di Sacheon, Korea Selatan.

Sebagai puncaknya tahun 2020-2021 PTDI akan melibatkan kurang lebih 184 engineer dimana masa itu pembangunan delapan purwarupa jet tempur dijalankan.

Diungkapkan lebih lanjut oleh Gita Amperiawan bahwa pembuatan jet tempur ini akan banyak manfaat teknologi canggih yang akan diserap oleh PTDI. Salah satunya pembuatan material komposit di Tanah Air untuk badan pesawat (jet tempur) yang dapat dimanfaatkan juga untuk pesawat penumpang sipil dan kapal.

Sementara itu, Bambang Wijanarko menyatakan bahwa program pembuatan jet tempur ini juga sebagai upaya kemandirian bangsa untuk membuat teknologi yang memiliki daya gentar.

Selain itu, juga dapat memenuhi kebutuhan TNI AU akan jet tempur canggih multiperan yang dapat dimanfaatkan hingga kurun waktu hingga 4-5 dekade ke depan. (Rangga Baswara Sawiyya)

Sumber : http://www.angkasareview.com/