in

Dua Militer Israel di Tepi Barat Ditembak Mati Militan Palestina

tentara-tentara Israel (Foto: Amir Cohen/Reuters)

Militer – Dua tentara Israel ditembak mati di sebuah terminal di Tepi Barat oleh militan Palestina, Kamis (13/12/2018).

Menurut juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus seperti dilansir Kumparan dari Reuters, pelaku melakukan aksinya di terminal dekat permukiman Yahudi Ofra dan menembaki tentara di tempat itu. Selain dua tentara tewas, seorang warga sipil terluka.

Pelaku berhasil melarikan diri ke arah Ramallah dan belum tertangkap hingga saat ini. Pasukan Israel langsung menutup pintu masuk Tepi Barat dan menyisir kota tersebut.
Serangan ini diduga adalah pembalasan atas tewasnya dua warga Palestina di tangan tentara Israel.

Seorang di antaranya adalah pelaku penembakan yang melukai tujuh warga Israel, termasuk seorang wanita hamil yang langsung melahirkan secara prematur dan bayinya meninggal dunia. Sementara seorang lainnya adalah buronan Israel atas penembakan Oktober silam yang menewaskan seorang pria dan wanita.

Ada dua insiden penyerangan lainnya di Tepi Barat pada Kamis. Seorang warga Palestina melakukan penusukan dan melukai dua polisi Israel di Yerusalem Timur sebelum ditembak mati. Insiden lainnya, seorang warga Palestina melakukan penabrakan di Tepi Barat terhadap tentara Israel, pelaku juga tewas ditembak.

Berbagai serangan ini adalah bentuk kemarahan warga Palestina atas pendudukan dan pencaplokan lahan mereka oleh Israel. Sejak perang 1967, Israel menguasai Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur. Hanya Gaza yang lepas dari cengkeraman Israel namun diblokade hingga kini.

Belum ada kelompok militan Palestina yang mengklaim berbagai serangan pada Kamis. Namun juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, menyebut itu adalah tindakan yang “heroik dan berani”.

Sementara itu pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas di Tepi Barat mengeluarkan pernyataan yang mengecam kekerasan tersebut. Namun Abbas menyalahkan Israel yang justru memicu kekerasan dengan terus menyerang rumah-rumah warga Palestina.

Sumber: Sulselsatu