in

TNI Masih Terus Buru KKB yang Tewaskan Prajurit TNI di Puncak Jaya, Papua

TNI memburu KKB yang menyerang mereka di Puncak Jaya, Papua, Jumat (18/1). (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

Militer – Pasukan TNI sampai saat ini masih melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua usai baku tembak yang terjadi pada Jumat (18/1) di kawasan Longsran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi mengatakan, usai baku tembak tersebut KKB berpencar dan melarikan diri.

“Saat ini TNI melakukan pengejaran dengan cara memonitor kemungkinan titik kumpul mereka,” tutur Aidi kepada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Minggu (20/1).

Aidi tak menjelaskan secara rinci berapa jumlah anggota KKB yang terlibat baku tembak pada Jumat lalu. Namun, ia menyebut biasanya ada 10 sampai 20 orang anggota KKB terlibat dalam setiap penyerangan. Ia juga tak membeberkan jumlah personel TNI yang melakukan pengejaran.

Yang jelas, Aidi memastikan kondisi di kawasan Longsran Baganbaga saat ini sudah kondusif. Bahkan, menurut Aidi aktivitas ekonomi masyarakat di sana juga berjalan normal.

“Kegiatan ekonomi dan sosial berjalan normal, karena kejadiannya jauh dari permukiman,” ucap Aidi.

Kontak senjata pada Jumat (18/1) lalu terjadi saat anggota TNI sedang mendistribusikan logistik. Tiba-tiba kelompok KKB pimpinan Lekagak Telenggen menyerang. Para anggota TNI ditembaki dari arah atas bukit, hingga mencederai Pratu Makamu.

Pratu Makamu pun tewas terkena tembakan di bagian paha kiri.

Aidi menyebut daerah Puncak Jaya memang menjadi zona merah keberadaan KKB selain Lanny Jaya, Nduga dan Tembagapura.

Tak hanya menewaskan pihak TNI, Aidi meyakini sekitar empat hingga lima anggota KKB juga tewas. Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan karena tak ditemukan jenazah di sekitar lokasi.

Sesaat setelah kontak senjata, anggota TNI melakukan pembersihan di sekitar lokasi. Ditemukan dua magasin laras panjang beserta amunisinya, serta dua tongkat komando yang diduga milik Lekagak Telenggen dan dokumen TPN/OPM. Sumber: CNNiNDONESIA