in

Dihujani Serangan Rudal Israel, S-300 Suriah dilaporkan Malah Gak Aktif

Sistem pertahanan udara S-300 Rusia. Foto/Istimewa

Militer – Sistem pertahanan rudal S-300 Suriah dilaporkan “tak aktif” selama serangan rudal Israel baru-baru ini. Laporan itu diungkap seorang anggota parlemen Iran.

Sistem pertahanan udara Pantsir Suriah yang sudah uzur diklaim menghancurkan lebih dari 30 misil jelajah dan bom terpandu Israel selama serangan berlangsung dua hari di Damaskus.

Heshmatollah Falahat-Pisheh, Kepala Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, tidak menjelaskan secara rinci maksud “tak aktif” dari sistem pertahanan S-300 tersebut. Sebelumnya, media Lebanon melaporkan senjata pertahanan itu baru akan dioperasikan militer Damaskus Maret 2019.

Menurut Falahat-Pisheh yang dikutip IRNA, Sabtu (26/1/2019), jika sistem S-300 di Suriah diaktifkan, militer Israel tidak akan dapat dengan mudah melakukan serangan udara ke Suriah.

Pernyataan itu muncul setelah Kementerian Luar Negeri Suriah mengadu ke PBB bahwa serangan udara Israel hanya mungkin dilakukan dengan dukungan AS. Kementerian itu menyebut rezim Zionis menikmati kekebalan hukum yang disetujui oleh beberapa anggota Dewan Keamanan PBB.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova telah mendesak Israel untuk menghentikan praktik serangan sewenang-wenang di Suriah sebagai negara yang berdaulat.

Pada awal Oktober, Rusia menyelesaikan pengiriman sistem pertahanan rudal S-300 ke Suriah, termasuk 49 unit peralatan terkait sistem tersebut seperti radar, pos komando dan empat peluncur.

Sebelumnya, Moskow mengumumkan bahwa mereka akan memberi Suriah S-300 sebagai bagian dari tanggapannya terhadap jatuhnya sebuah pesawat Il-20 Rusia bersama 15 personel militer di dalamnya di Latakia, Suriah. Pesawat itu tak sengaja ditembak jatuh sistem pertahanan S-200 Suriah saat merespons serangan beberapa jet tempur F-16 Israel. Sumber: Sindonews


Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...