in

Secara Tegas, Iran Akan Lenyapkan Israel jika Mereka Memulai Perang

Iran mengancam akan hujani Arab Saudi dengan 1.000 rudal jika nekat melakukan invasi. Foto/Istimewa

Militer – Seorang jenderal Iran mengancam akan melenyapkan Israel dari peta politik global jika negara rezim Zionis itu memulai perang terhadap negaranya. Menurutnya, Israel bahkan tidak akan memiliki kuburan di Palestina untuk mengubur mayat orang-orangnya.

Ancaman itu dilontarkan Wakil Kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Hossein Salami, pada Senin (28/1) sore. Dia mengatakan strategi Iran adalah menghapus Israel dari peta politik global.

“Strategi kami adalah menghapus Israel dari peta politik global. Dan tampaknya, mengingat kejahatan yang dilakukan Israel, kami semakin mendekatkan diri pada hal itu,” kata Salami, saat ditanya soal ancaman Israel untuk menyerang pasukan Iran yang dikerahkan di Suriah.

“Kami mengumumkan bahwa jika Israel melakukan sesuatu untuk memulai perang baru, itu jelas akan menjadi perang yang akan berakhir dengan kekalahannya, dan wilayah yang diduduki akan dikembalikan. Israel bahkan tidak akan memiliki kuburan di Palestina untuk mengubur mayat mereka sendiri,” ujar jenderal Iran tersebut, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (29/1/2019).

Komentar Salami menambah rentetan hinaan antara para pemimpin Israel dan Iran dalam beberapa pekan terakhir, yang disebabkan ketegangan yang kian meningkat di perbatasan Israel-Suriah antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan pasukan Iran.

Pekan lalu, Israel dilaporkan melakukan serangan rudal siang hari yang jarang terjadi pada sasaran-sasaran Iran di Suriah. Sebagai tanggapan, Iran menembakkan rudal surface-to-surface (permukaan-ke-permukaan) dari Suriah di Dataran Tinggi Golan utara.

Namun, menurut IDF, rudal yang ditembakkan Iran dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome di atas resor ski Gunung Hermon.

Beberapa jam kemudian, pada jam-jam subuh pada Senin (21/9/2019), Angkatan Udara Israel melancarkan serangan balasan ke sasaran Iran di dekat Damaskus dan terhadap baterai pertahanan udara Suriah yang menembaki jet tempur Israel.

Menurut Lembaga Observatorium HAM di Suriah yang berbasis di Inggris, sebanyak 21 orang tewas dalam serangan Israel di Suriah pada 21 Januari, di mana 12 di antaranya adalah milisi Iran.

Israel melihat keberadaan Iran di Suriah sebagai ancaman utama dan dalam beberapa tahun terakhir melakukan ratusan serangan udara dengan target situs-situs militer terkait Iran di negara yang dipimpin Bashar Al Assad tersebut.

Awal pekan ini, Kepala Staf Militer Iran Jenderal Mohammad Bagheri mengindikasikan negaranya bersiap mengadopsi taktik militer ofensif untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

“Di antara strategi luas negara itu, ada strategi defensif. Kami mempertahankan kebebasan dan integritas wilayah serta kepentingan nasional negara ini,” katanya.

Dia mengatakan Iran tidak bermaksud untuk merebut wilayah asing.

“Tetapi untuk melindungi pencapaian dan kepentingan nasional kita, kita dapat mengadopsi pendekatan ofensif,” ujarnya.

Ancaman Iran terhadap rezim Zionis muncul setelah militer Republik Islam mengadakan latihan infanteri tahunan, yang melibatkan sekitar 12.000 tentara, jet tempur, kendaraan lapis baja, dan drone. Sumber: iNews

Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...