in

B-250 Bader Siap Beradu Otot dengan Super Tucano, Wolverine, dan Hurkus C

Super Tucano

Militer – Selain menampilkan panser 8X8 Wahash, perusahaan pertahanan Calidus memamerkan pesawat antigerilya (COIN) buatannya pada gelaran IDEX 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 17-21 Februari lalu.

Pesawat bernama Bader ini dikembangkan berdasar pesawat latih B-250 buatan Novaer asal Brasil.

Program B-250 mulai diluncurkan tahun 2015. Purwarupa pertamanya terbang perdana pada Juli 2017. Penampilan pertama B-250 di hadapan publik dilaksanakan saat pameran kedirgantaraan Dubai Airshow, November 2017.

B-250 memiliki dimensi panjang 10,98 m, rentang sayap 12,09 m, dan tinggi 3,79 m. Kedua pilot pesawat ini duduk di kursi lontar Martin Baker (zero-zero ejection). Kokpitnya bertekanan dan berpendingin udara yang mengintegrasikan sistem penghasil oksigen (OBOGS).

Sebagai penggerak, B-250 menggunakan mesin turboprop andal PWC PT-6A-68 berdaya 1600 shp. Kecepatan terbang maksimum berada di angka 557 km/jam dengan ketinggian terbang maksimum 9.100 m. Jangkauan terbang feri pesawat ini sejauh 2.400 km atau lama terbang (endurance) 12 jam.

Perlengkapan avioniknya dipasok oleh perusahaan dari AS, Rockwell Collins berupa Proline Fusion termasuk layar tampilan multifungsi berukuran besar dengan teknologi layar sentuh. Pesawat B-250 juga dilengkapi menara optronik L3 Wescam MX-15.

Muatan senjata yang diangkutnya mencapai 1.800 kg. Pesawat dilengkapi tujuh gantungan senjata, yaitu tiga pada tiap sayap dan sebuah di bawah perut. Pilihan senjata berupa tabung roket 70 mm dan bom berpemandu dan rudal udara ke udara. Bila diperlukan, B-250 dapat membawa sebuah tangki bahan bakar eksternal.

Mengutip edrmagazine.eu, B-250 dikembangkan sebagai pesawat latih bersenjata. Pesawat didapuk untuk menjalankan misi serang melawan gerilya (COIN), dukungan tembakan udara dekat (CAS), misi intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR), operasi SAR, hingga patroli wilayah perbatasan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Calidus juga berniat mengekspor B-250 Bader untuk pasar Timur Tengah dan negara di wilayah Afrika bagian Utara. Di pasar pesawat ini, B-250 harus beradu otot dengan EMB-314 Super Tucano dari Brasil, AT-6 Wolverine dari AS, dan Hurkus-C dari Turki. (Rangga Baswara Sawiyya)

Sumber : http://www.angkasareview.com/

Loading...