in

Mengenal Kecanggihan Kapal Selam dan Tank Buatan Indonesia yang Bikin Malaysia Kepincut

Tangkap layar Youtube Pecinta Militer

 Pada debat ke-4 pemilihan presiden 2019 yang berlangsung Sabtu (30/3/2019), salah satu tema yang diangkat adalah pertahan keamanan.

Dalam debat tersebut, muncul pernyataan dari calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan pertahanan Indonesia harus lebih diperkuat, termasuk dalam penyediaan alat utama sistem senjata (alutsista).

Hal tersebut tentu semua pihak sepakat karena pertahanan keamanan menyangkut kedaulatan negara.

Berbicara soal alutsista, Indonesia sebenarnya tak kalah dengan negara lain dalam penyediaan alat pertahanan itu.

Bahkan, Indonesia telah mampu memproduksi alutsista sendiri hingga membuat negara tetangga tertarik. Sebut saja kapal selam rakitan PT PAL dan tank buatan PT Pindad.

PT PAL Indonesia (Persero) mendapat tiga pesanan kapal selam dari TNI AL.

Dua kapal selam telah selesai diproduksi bekerja sama dengan galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) melalui proses alih teknologi dan dibuat di Korea Selatan.

Sementara satu kapal lagi, perakitan sepenuhnya dikerjakan galangan PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh, kapal selam ketiga tersebut rencananya diluncurkan pada Maret 2019 ini.

Kapal selam rakitan PT PAL ini menurut Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, memiliki spesifikasi yang sama dengan dua kapal selam produksi DSME di Korea Selatan, yakni KRI Nagapasa-403 dan dan KRI Ardadedali 4040.

“(Spesifikasi) sama. Hanya, produknya di sana banyak tangan Korea, di sini nanti (banyak) tangan Indonesia,” kata Ade pada Agustus 2017 lalu dikutip dari Kompas.com.

Lalu seperti apa gambaran kecanggihan kapal selam buatan PT PAL Indonesia?

Berkaca pada KRI Nagapasa-403, kapal selam tersebut merupaka kapal selam kelas 209/1400.

Kapal perang tersebut mempunyai panjang 61,3 meter mempunyai kecepatan kurang lebih 21 knot di bawah air.

Kapal itu juga memiliki kemampuan berlayar lebih dari 50 hari dan mengangkut 40 kru.

Kapal dilengkapi senjata torpedo dengan fasilitas delapan buah tabung peluncur. Senjata torpedo itu mampu meluncurkan torpedo 533mm dan peluru kendali anti kapal permukaan.

Pun begitu dengan KRI Ardadedali 4040 yang juga merukapan kapal selam tipe 209/1400.

Bobot Ardadedali 4040 adalah sebesar 1.280 ton saat muncul di permukaan dan bobot menjadi 1.400 ton saat menyelam. Spesifikasinya secara umum serupa dengan Nagapasa-403.

Tank buatan PT Pindad

Serupa dengan PT PAL, PT Pindad juga telah banyak memproduksi alutsista guna memperkuat pertahanan TNI.

Salah satu yang sempat mencuri perhatian adalah Tank Harimau Hitam yang diperkenalkan PT Pindad pada 2018 lalu.

Tank yang juga disebut sebagai Tank Medium Modern atau Tank Kaplan MT itu adalah hasil kerjasama PT Pindad dengan pabrikan Turki FNSS.

Mengutip Intisari, berat tank tersebut berkisar 30-40 ton dengan ukuran panjang bodi 7 meter dan lebar 3,2 meter dan bisa melaju pada kecepatan 70 km per jam sehingga cocok untuk melakukan serangan kilat (blitzkrieg) terhadap posisi musuh.

Selain dilengkapi dengan sejumlah senjata seperti senapan mesin dan pelontar granat, tank ini juga memiliki senjata utama berupa meriam kaliber 105 mm dengan jarak tembak hingga puluhan km.

Tank Kaplan MT produksi PT Pindad

Tank Kaplan MT produksi PT Pindad

Tank Harimau Hitam produksi PT Pindad ini juga dilengkapi dengan alat pengarah tembakan yang bekerja secara digital yakni Remote Control Weapon System (RCWS).

Dengan alat RCWS ini operator senjata dalam tank tidak perlu melongok keluar untuk mencari sasaran tapi cukup melihat layar RCWS yang secara otomatis akan mencari sasaran dan menguncinya.

Kemampuan Tank Harimau Hitam yang dilengkapi RCWS ini ternyata merupakan yang pertama di dunia, maka tak heran begitu tank canggih ini diproduksi massal sejumlah negara di Asia Tenggara telah berebut ingin membelinya.

Salah satunya adalah negara tetangga Malaysia yang kepincut dengan kegagahan Tank Harimau Hitam ini.

Menurut Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose, Malaysia lewat Menteri Pertahanannya YB Tuan Haji Mohamad bin Sabu tertarik dengan Tank Harimau Hitam.

Abraham mengungkapkan hal itu, usai menerima kunjungan Mohamad bin Sabu di sela-sela penyelenggaraan “Indo Defence 2018 Expo & Forum” di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018) lalu.

Menurut Abraham, Malaysia tertarik dengan tank buatan PT Pindad itu lantaran kualitas dan performancenya dinilai bagus.

Sumber: Suar.id

Beli Pulsa dan Paket Data di Bukalapak dapat Cashback hingga Rp100.000 Gunakan kode voucher PULSAJALAN

Loading...