in ,

Meriam Canggih Oerlikon Skyshield TNI AU Lindungi Bandara Supadio dari Serangan Musuh!

Dua operator Oerlikon Skyshield berdiri di dekat meriam. Foto: Teri Purna /Hi!Pontianak

Lapangan Udara (Lanud) TNI Angkatan Udara Supadio mengenalkan senjata terbarunya, yakni Oerlikon Skyshield, dengan kaliber 35 mm. Meriam yang ditempatkan pada platfom mobil truk ini, ditampilkan saat acara HUT Dirgantara Indonesia yang ke-73, Minggu (28/4).

Senjata terbarunya itu, adalah salah satu senjata terbaik TNI AU, karena mampu melibas sasaran berupa helikopter, jet tempur yang terbang rendah, sampai rudal jelajah. Kecepatan penembakan meriam pada alat ini, bisa sampai dengan 1.030 meter per detik.

Oerlikon Skyshield merupakan senjata yang digunakan untuk serangan ground to air, atau dari darat ke udara. Dilengkapi dengan sensor unit, seperti radar untuk mendeteksi sasaran sampai dengan 35 kilometer.

Unit sensor Oerlikon Skyshield menyediakan kemampuan seperti pencarian, akusisi, penjejakan, dan penindakan sasaran, kemudian mengirimkannya ke sistem kendali penembakan, untuk memberikan solusi penembakan berdasarkan sejumlah parameter data yang dihasilkan unit sensor.

Setiap unit Oerlikon Skyshield tersedia mobile desk, yaitu miniatur dari sistem Skyshield Fire Control Unit (SFCU), yang diawaki dua asisten operator di dalam sistem mobile desk. Mobile desk letaknya bisa diatur jaraknya dari unit kanon, untuk menjaga keselamatan operator apabila terkena serangan.

Oerlikon Skyshield dibuat oleh manufaktur senjata dari Swiss, muncul pertama kali di Indonesia pada tahun 2014, dan mulai dialokasikan ke Pontianak sejak 2015. Lanud Supadio sendiri memiliki 4 unit Oerlikon Skyshield. Bahan bakar dari alat ini menggunakan sistem baterai.

Operator atau Juru Tembak unit Oerlikon Skyshield, Serda Sriyanto, menjelaskan tentang penggunaan alat terbaru dari TNI AU di Pontianak ini. “Selama ini ancaman dari luar belum ada, jadi untuk penggelaran, karena pengamanan di sini untuk objek vital terutama di bandara dan di Pertamina,” ungkap Sriyanto.

Sumber: Hi!Pontianak

Loading...