in

Ketegangan AS-Iran Meningkat, Rudal Patriot Berangkat ke Timur Tengah

Israel menembakkan rudal anti pesawat Patriot ke sebuah pesawat tanpa awak Suriah. Foto/Ilustrasi/Istimewa

AS akan mengerahkan sistem pertahanan rudal patriot di Timur Tengah untuk menghadapi “meningkatnya” ancaman yang ditimbulkan oleh Iran, kata Pentagon.

Departemen Pertahanan AS menegaskan pihaknya mengerahkan sistem rudal permukaan-ke-udara Patriot ke wilayah tersebut dalam menanggapi “indikasi kesiapan Iran untuk melakukan operasi serangan terhadap pasukan AS”.

Seorang pejabat mengatakan keputusan itu dibuat setelah intelijen menunjukkan bahwa Iran telah memuat peralatan militer dan rudal ke kapal-kapal kecil yang dikendalikan oleh Garda Revolusi Iran.

Itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara setelah AS mengirim kapal induk ke Timur Tengah minggu ini sebagai tanggapan atas kekhawatiran bahwa Iran sedang merencanakan serangan terhadap pasukan atau kepentingan Amerika di wilayah tersebut.

Iran menanggapi dengan mengumumkan pihaknya akan menarik sebagian dari komitmennya pada kesepakatan nuklir Iran 2015 dan meningkatkan pengayaan uranium kecuali jika kesepakatan baru tercapai dalam 60 hari.

Pada hari Rabu (8/5), Donald Trump memberlakukan sanksi baru terhadap Iran yang menargetkan sektor baja, aluminium, tembaga dan besi negara itu, dan memperingatkan bahwa “tindakan lebih lanjut akan dilakukan jika Iran secara fundamental tidak mengubah perilakunya”.

Seorang pejabat Departemen Pertahanan mengatakan kepada Associated Press bahwa mengerahkan sistem rudal telah dibahas pada awal pekan ini, tetapi butuh beberapa hari untuk mendapatkan persetujuan akhir untuk memindahkan Patriot, sistem pertahanan udara jarak jauh yang digunakan untuk melawan rudal balistik taktis, rudal jelajah, dan pesawat terbang canggih.

USS Arlington, kapal pengangkut amfibi, juga akan dikerahkan ke Timur Tengah lebih awal dari yang diperkirakan, menurut Pentagon.

AS telah memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot itu dari Bahrain, Kuwait, dan Yordania akhir tahun lalu.

Iran dan AS masing-masing mengatakan mereka tidak menginginkan konflik tetapi kedua negara telah mengadopsi sikap konfrontatif dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pernyataan Pentagon, Departemen Pertahanan mengatakan pihaknya “telah diposisikan dan siap untuk membela pasukan dan kepentingan AS di kawasan itu”.

Awal pekan ini, Yadollah Javani, wakil kepala urusan politik di Garda Revolusi Islam, mengatakan tidak ada negosiasi yang akan dilakukan dengan AS dan memperingatkan “Amerika tidak akan berani mengambil tindakan militer terhadap kita,” menurut Kantor Berita Tasnim Iran.

Ketika mengumumkan langkah awal itu pada hari Minggu (5/5), John Bolton, penasihat keamanan nasional, mengutip “indikasi dan peringatan yang mengganggu dan meningkat” dari Iran tetapi tidak menjelaskan apa itu.

Pada hari Jumat (10/5), seorang pejabat pertahanan mengatakan ancaman bisa termasuk serangan oleh proksi Iran, seperti milisi Syiah di Irak.

Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa ada informasi intelijen yang mengindikasikan Iran telah mengerahkan rudal-rudal ke kapal di sepanjang pantainya dan seorang pejabat Amerika menyatakan rudal-rudal itu mampu diluncurkan dari sebuah kapal kecil.

Namun, beberapa pejabat mengatakan mereka belum melihat langkah nyata apa pun oleh Iran sebagai reaksi atas kehadiran militer AS di wilayah tersebut. Mereka juga mencatat tidak ada serangan.

Sumber: www.matamatapolitik.com
Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...