in ,

NSM, Rudal Serang Laut Terbaru Pelumat Kapal Musuh Andalan Korps Marinir AS

korps Marinir Amerika Serikat (USMC) mengucurkan anggaran 47,6 juta dolar AS kepada Raytheon guna mengintegrasikan rudal serang laut (Naval Strike Missile/NSM) ke dalam jajaran kekuatannya. Rudal rancangan Kongsberg, Norwegia yang diproduksi bersama dengan Raytheon ini akan digunakan sebagai penangkal kapal-kapal musuh yang bermaksud melakukan serangan terhadap pantai tumpuan.

Sebagai senjata penghancur kapal, NSM yang merupakan jenis rudal jarak jauh, akan ditempatkan oleh USMC di daratan. Rudal ini dirancang dapat menghancurkan sasaran di laut maupun daratan dengan jarak jangkauan hingga 100 mil laut (185,2 km).

Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS/US Navy) tahun lalu telah lebih dahulu memesan rudal ini dan akan menempatkannya di kapal-kapal perang pesisir (LCS) serta fregat masa depan sebagai senjata over-the-horizon.

Dipilihnya NSM oleh USMC mrupakan upaya untuk meningkatkan interoperabilitas penggunaan senjata dengan US Navy. Penggunaan rudal NSM oleh kedua angkatan perang ini dapat menekan biaya perawatan dan pembelian komponen.

Kim Ernzen, Wakil Presiden Raytheon Air Warfare System seperti dikutip USNI (8/5) mengatakan, NSM merupakan rudal generasi kelima yang dapat digunakan untuk operasi patroli keamanan laut dan proteksi kapal perang.

Di luar Norwegia, Polandia adalah negara yang telah menggunakan NSM sebagai senjata pertahanan pantai melalui platform peluncur gerak daratan. Sistem senjata pertahanan pantai ini juga dibidik oleh Malaysia, India, dan Jerman.

Di USMC, NSM akan diluncurkan menggunakan sistem peluncur roket macam High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) sebagaimana telah dimiliki USMC.

Raytheon menyebutkan, NSM dan roket HIMARS memiliki ukuran hulu ledak yang sama. Yang membedakan, adalah kemampuan jangkauan NSM yang lebih jauh. Sementara HIMARS hanya 40 km.

NSM memiliki dimensi panjang 3,95 m, bobot 410 kg, dan hulu ledak 125 kg (HE blast-fragmentation)

Dari sisi akurasi, NSM juga memiliki tingkat presisi yang lebih tinggi dibanding HIMARS. (Roni Sontani)

Sumber : http://www.angkasareview.com/

Loading...