in

Inggris Ikut-ikutan Kerahkan Pasukan Khusus ke Dekat Iran

Para personel pasukan khusus Inggris, SBS. Foto/Zatoichi1564/Wikimedia Commons.

p asukan khusus Inggris telah terbang ke Timur Tengah sebagai bagian dari misi rahasia untuk mencegah serangan Teheran terhadap kapal dagang. Pasukan elite itu akan bergabung dengan pasukan tempur Amerika Serikat (AS) yang sudah lebih dulu dikerahkan di dekat wilayah Iran.

Mengutip laporan Sunday Express, Senin (20/5/2019), anggota Special Boat Service (SBS) telah bergabung dengan kapal tanker minyak Inggris yang berlayar ke Teluk Persia.

Sesampai di sana, mereka akan ditugaskan untuk memantau aktivitas militer Iran di sekitar pulau Qesham yang merupakan rumah bagi kapal perang angkatan laut negara itu.

Menurut laporan yang mengutip sumber pemerintah tersebut, setelah melewati Selat Hormuz para kru SBS akan diterbangkan dengan helikopter Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang beroperasi di Oman.

Ketika Sunday Express menghubungi Kementerian Pertahanan tentang laporan tersebut, seorang juru bicaranya mengatakan bahwa kementerian tidak bisa mengomentari operasi pasukan khusus.

Laporan pengerahan pasukan elite Inggris itu muncul setelah Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln Amerika Serikat tiba di Laut Arab untuk berpatroli.

Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln dikerahkan Pentagon bersama sekelompok pesawat pengebom B-52 ke Teluk Persia. Alasannya untuk mencegah pasukan Iran menyerang pasukan AS dan kepentingannya di Timur Tengah.

AS juga berencana untuk mengerahkan sebanyak 120.000 tentara ke Timur Tengah jika Iran menyerang pasukan Amerika. Namun, Presiden Donald Trump menegaskan rencana itu belum dijalankan.

Presiden Trump pada hari Senin (20/5/2019) mengancam akan membuat riwayat Teheran secara resmi berakhir atau tamat jika Iran nekat ingin berperang dengan AS. Ancaman itu disampaikan via Twitter.

“Jika Iran ingin bertarung, itu akan menjadi akhir resmi dari Iran. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi!,” ancam Trump via akun @realDonaldTrump

Ancaman itu diduga sebagai respons atas komentar kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami yang mengklaim AS takut berperang dengan Iran. Salami menegaskan bahwa Teheran tidak menginginkan perang.

“Perbedaan antara kami dan mereka adalah bahwa mereka takut perang dan tidak memiliki keinginan untuk itu,” katanya, dikutip IRNA.

Sumber: sindonews.com

Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...