in ,

Siapa Sangka, Komponen Penting Jet Siluman F-35 AS Ternyata Buatan China

foto www.matamatapolitik.com

Sebuah perusahaan milik China ternyata adalah pembuat papan sirkuit untuk pesawat tempur canggih F-35 yang diterbangkan oleh Inggris dan Amerika Serikat (AS). Hal itu terungkap dalam laporan Sky News.

Exception PCB, yang berbasis di Gloucestershire, Inggris barat daya, memproduksi komponen tersebut. Perusahaan induk China, Shenzhen Fastprint, diketahui telah membeli perusahaan itu pada 2013.

Kementerian Pertahanan Inggris dalam siaran persnya mengatakan bahwa papan sirkuit itu mengendalikan banyak kemampuan inti dari jet tempur F-35, termasuk mesin, pencahayaan, bahan bakar, dan sistem navigasi.

Ketika ditanya tentang kepemilikan perusahaan, pihak kementerian mengatakan bahwa Exception PCB adalah produsen yang mapan dan tidak menimbulkan risiko pada rantai pasokan Joint Strike Fighter jet tempur.

“Exception PCB menghasilkan papan sirkuit kosong, dan sebagai hasilnya, tidak ada risiko yang terkait dengan produk mereka dalam rantai pasokan pesawat F-35,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan, mengecilkan pentingnya perusahaan dalam program tersebut seperti dilansir dari Anadolu, Minggu (16/6/2019).

Bagaimanapun, mantan menteri pertahanan Inggris dan para ahli telah menyatakan keprihatinan atas keterlibatan perusahaan milik China di pusat program rahasia semacam itu dan mengaitkannya dengan kemungkinan spionase dan persaingan China.

“Kami benar-benar naif tentang peran China, dan baru sekarang orang mulai sadar,” ucap Sir Gerald Howarth, mantan menteri pertahanan Konservatif, kepada Sky News.

Jet tempur siluman F-35 dilengkapi dengan berbagai teknologi sangat rahasia yang mencakup sensor dan sistem senjata. Sembilan negara membentuk bagian dari program Joint Strike Fighter multi miliar pound dan perusahaan-perusahaan di negara-negara ini menghasilkan bagian-bagian tertentu dari jet tempur tersebut.

China sering dituduh mencoba mencuri informasi tentang program rahasia dan sangat sensitif, yang dikepalai oleh perusahaan pertahanan AS Lockheed Martin.

Sumber: sindonews.com/

Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...