in ,

Tidak Diberi F-35, Erdogan Minta AS Kembalikan Uang Turki Rp17,6 Triliun

Pesawat jet tempur siluman F-35A Lightning II Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/REUTERS

Turki telah membayar USD1,25 miliar (Rp17,6 triliun) untuk memperoleh pesawat jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat (AS), namun pengiriman pesawat itu dihentikan karena Ankara nekat membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. Presiden Recep Tayyip Erdogan kini meminta Washington mengembalikan uang pembayaran pesawat itu kepada Ankara.

Erdogan mengatakan akan menggugat Washington ke pengadilan arbitrase internasional untuk memaksa Amerika Serikat mengembalikan uang pembayaran pesawat kepada Ankara jika Washington tetap mengusir Turki dari program F-35. Rencana gugatan itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jepang, Nikkei, pada hari Kamis (27/6/2019).

Pentagon telah menetapkan 31 Juli sebagai tenggat waktu untuk mengusir Turki dari program F-35 jika Ankara menerima pengiriman pertama sistem pertahanan rudal S-400 Rusia yang dijadwalkan tiba pertengahan Juli.

Presiden Erdogan ditanya bagaimana Ankara akan merespons jika Washington meneruskan pengusiran itu.

“Kami telah membayar mereka USD1,25 miliar untuk proyek F-35. Jika mereka melakukan tindakan yang salah, kami akan membawanya ke pengadilan arbitrase internasional karena kami ingin mereka mengembalikan uang pembayaran kami,” jawab Erdogan.

Erdogan akan bertemu Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu (29/6/2019) selama pertemuan puncak G-20 di Osaka, Jepang. Pertemuan itu untuk mengatasi krisis atas rencana Turki untuk memperoleh sistem rudal S-400 Rusia.

“Mengenai S-400, Trump tahu kekhawatiran Turki, mengapa kami membutuhkan sistem ini dan bagaimana kami sampai pada titik ini dengan sangat baik,” kata Erdogan.

Erdogan mengatakan bahwa proses menggagalkan pembelian S-400 Rusia dengan menggunakan bahasa ancaman tidak membantu. Dia percaya masalah S-400 akan diselesaikan sejalan dengan semangat aliansi AS-Turki.

Dia juga mengatakan bahwa undang-undang sanksi Amerika bernama Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) tidak berlaku bagi Ankara, karena Turki telah berkomitmen untuk membeli S-400 sebelum undang-undang sanksi itu diberlakukan.

Pada hari yang sama, surat kabar pro-pemerintah Turki, Yeni Şafak, melaporkan bahwa sumber-sumber di Kementerian Militer dan Pertahanan Turki mengatakan bahwa karena masalah teknis dan meningkatnya biaya, Turki telah mempertimbangkan kembali keputusannya untuk membeli jet tempur F-35.

Pihak berwenang Turki juga berpikir F-35 akan membuat Turki bergantung pada Washington dalam hal logistik dan jika ketegangan antara kedua negara berlangsung, mungkin ada masalah dalam pengiriman dan pemeliharaan jet tempur itu karena AS kemungkinan akan menjatuhkan sanksi.

“Selain itu, ketergantungan pada Amerika Serikat untuk integrasi sistem senjata nasional ke jet (F-35) juga dipandang sebagai masalah keamanan yang serius,” tulis surat kabar tersebut.

Sumber : https://international.sindonews.com/

Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...