in

Australia Pertimbangkan Gabung Aksi Militer AS di Iran

AS dilaporkan mengirimkan konvoi militer dari Yordania ke Irak barat. Foto/Ilustrasi/Istimewa

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan, pihaknya belum diminta oleh Amerika Serikat (AS) untuk ambil bagian dalam aksi militer di Iran. Meski begitu, dikatakan oleh Morrison, Australia mengamati perkembangan di Timur Tengah dengan cermat.

“Tidak ada permintaan dan pada tahap ini saya pikir masalah itu agak terlalu dini tapi kami jelas khawatir,” kata Morrison.

“Kami jelas akan bekerja sama tetapi permintaan seperti itu akan ditangani dengan cara normal,” imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (29/6/2019).

Ditekan tentang apakah dia akan mengesampingkan dukungan militer Australia, Morrison mengatakan: “Kami akan menangani permintaan dari sekutu seperti Amerika Serikat secara serius dan berdasarkan kemampuannya.”

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, telah meminta Australia untuk memperkuat sikapnya terhadap Teheran dan memainkan peran kunci dalam “koalisi global” baru melawan rezim.

Sebelum KTT G20 di Osaka, Pompeo meminta Australia untuk bergabung dengan apa yang dia sebut sebagai “koalisi global” melawan Iran, yang pekan lalu menembak jatuh pesawat pengintai AS.

Ketegangan antara AS dan Iran berada pada titik terburuk sejak Gedung Putih menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015. Penarikan diri ini dibarengi dengan sejumlah sanksi terhadap Iran.

Pada bulan Mei, Presiden Trump mengerahkan kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dan gugus tugas pembom B-52 untuk mengirim pesan ke rezim Iran bahwa setiap serangan terhadap kepentingan Amerika Serikat atau pada sekutunya akan ditanggapi dengan kekuatan yang tak henti-hentinya.

Pentagon pekan lalu menyetujui pengiriman 1.000 tentara tambahan ke wilayah itu setelah para pejabat menyalahkan Iran atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman. [Sindonews]

Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...