in

China perkuat jangkauan militer di Laut China Selatan

Militer.me – China memulai pekerjaan konstruksi baru di perairan sengketa, Laut China Selatan. Gambar satelit menunjukkan tanda Beijing terus memperkuat jangkauan militer mereka di perairan ‘jalur sutra’ tersebut.

Atase militer regional dan para ahli kelautan yakin pekerjaan ‘baru’ China ini untuk membangun jaringan terumbu karang yang membentuk daratan. Bahkan, cara ini diyakini juga dilakukan untuk menghindari konfrontasi dengan pemerintahan baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dilaporkan Channel News Asia, Rabu (15/3), gambar Pulau Utara dalam kelompok Paracel itu diambil pada 6 Maret lalu. Gambar tersebut menunjukkan karya terbaru, termasuk pembukaan lahan dan kemungkinan untuk pelabuhan baru.

Para ahli mengatakan, pekerjaan awal China membangun jaringan terumbu karang baru ini sempat dirusak topan beberapa waktu lalu.

Gambar itu juga dibuktikan satelit perusahaan swasta Planet Labs, mengikuti laporan yang menunjukkan pekerjaan dimulai pada Januari lalu. Konstruksi baru ini dibuat dekat Pulau Pohon dan beberapa wilayah lain dekat Paracel, yang juga diklaim Vietnam dan Taiwan.

China pasang senjata antipesawat di Laut China Selatan REUTERS/REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative

Diplomat AS menyebutkan, Beijing berupaya mendominasi ‘halaman belakang’ Laut China Selatan. Mereka bergerak perlahan sehingga tidak menimbulkan provokasi.

“Paracel akan menjadi upaya penting Beijing dalam mendominasi Laut China Selatan,” ujar Carl Thayer, pakar Laut China Selatan dari Akademi Pertahanan Australia.

“Kita bisa melihat mereka berkomitmen untuk militerisasi, tak peduli retorika yang diucapkan pejabat pada kita, bahkan mereka akan tetap melakukannya sedikit demi sedikit,” imbuhnya.

China memang sudah sejak lama mengklaim Luat China Selatan sebagai wilayah mereka. Padahal, jika melihat dari perbatasan di arbitrase internasional, China tidak memiliki hak atas perairan dagang tersebut.

Laut China Selatan merupakan perairan ‘jalur sutra’. Pasalnya, perairan ini kaya dengan ikan, minyak dan gas.

Selain China, beberapa negara juga mengklaim memiliki bagian di perairan ini. Negara-negara itu adalah Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam dan Taiwan. merdeka

Loading...

Kisah Miris Bung Hatta yang gak mampu bayar iuran Air..

Wow! Amerika Siapkan Pasukan Khusus Untuk Habisi Kim Jong Un