in ,

Perang Lawan Amerika Serikat, Korea Utara pasti kalah, tapi dampaknya mengerikan

Militer.me  – Retorika perang antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) semakin gencar. Para wartawan perang dan komentator politik luar negeri menilai Korut akan menderita kekalahan jika perang dengan AS pecah.

Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu mengkritik keras pemimpin Korut Kim Jong-un. ”Dia bertindak sangat, sangat buruk,” katanya, seperti dikutip Reuters, Senin (20/3/2017). Trump mengatakan para pejabat pemerintahannya melakukan pertemuan selama akhir pekan tentang Korut  dan isu-isu lainnya.

Para Presiden AS sebelum Trump telah menolak untuk melancarkan perang dengan Korut. Sinyal Pemerintah Trump untuk meluncurkan perang terhadap rezim Kim Jong-un semakin jelas ketika Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyatakan bahwa serangan pre-emptive terhadap Korut adalah “opsi di atas meja”.

”Kami tidak menggunakan kekuatan militer untuk memaksakan hal ini pada orang lain, tapi kami tidak akan ragu untuk menggunakan militer kami untuk mempertahankan sekutu kami dan cara hidup kami,” katanya di pangkalan militer Yongsan Garrison, rumah bagi militer AS di Korea Selatan (Korsel).

Seorang wartawan perang dan komentator politik luar negeri John Pilger kepada IBTimes UK menilai perbedaan Trump dengan presiden-presiden AS pendahulunya tipis.

”Trump adalah versi kartun dari pendahulunya dan sedikit tak terduga, dan AS tidak memiliki bahasa internasional hari ini selain menghasut perang,” katanya.

Pengamat memperingatkan bahwa sebuah serangan pre-emptive akan memicu eskalasi ke perang habis-habisan.

Jurnalis perang lainnya, Max Fisher dari New York Times, menulis; ”Korut tahu mungkin akan kalah perang jika suatu saat terjadi, rencananya (Korut) menyerukan untuk (perang) skala penuh, kemudian melakukan pembalasan untuk menghentikan Amerika dalam jejak mereka.”

”Strategi ini menanggung sikap putus asa, menciptakan risiko yang telah lama didera para perencana perang Amerika. Korut akan melihat serangan terbatas sebagai awal dari perang dan menanggapi dengan persenjataan penuh,” katanya. Lanjut ke halaman selanjutnya :

Loading...

Hari ini Lima Pesawat F-16 Hibah dari AS Datang di Lanud Iswahjudi

Tegang Dengan AS, Korut Klaim Sukses Uji Coba Mesin Rudal Baru