in

Heli Apache Bisa Jadi Partner Pasukan Khusus untuk Tumpas Teroris

Heli AH 64 Apache Michael Goettings

Militer – Operasi pasukan khusus agar bisa melaksanakan tugasnya secara lancar juga membutuhkan dukungan persenjataan khusus seperti ranpur lapis baja dan pesawat tempur.

Misalnya saja untuk mendobrak (breaching) pintu gerbang gedung yang menjadi pusat pertahanan teroris, perlu ranpur lapis untuk menerjangnya disusul pendaratan pasukan khusus menggunakan helikoper dari atas gedung.

Pasukan khusus yang menyerbu dari atas gedung itu lalu akan membereskan para teroris dari ruang ke ruang dan bagi para teroris yang berusaha lari ke lantai dasar akan dibereskan pasukan khusus yang sudah siaga di halaman gedung.

Tapi jika gedung terlalu bahaya untuk diserbu secara langsung melalui breaching dan serbuan dari atas gedung dengan cara mengirim pasukan khusus menggunakan helikopter, para teroris yang bertahan di dalam gedung bisa digempur menggunakan heli tempur.

Saat ini TNI AD telah memiliki sejumlah heli tempur Mi-35 buatan Rusia dan 8 heli tempur AH-64E Apache bersenjata lengkap.

Khusus untuk heli Apache yang diterima TNI AD dari Kementerian Pertahanan pada Kamis (17/5) di Semarang merupakan heli baru buatan AS yang sangat mumpuni untuk membasmi musuh dalam pertempuran di darat.

Sebagai heli serang Apache akan menjadi bantuan tempur pasukan infanteri TNI AD yang sedang bertempur di darat karena mampu menghancurkan tank-tank musuh menggunakan rudal Hellfire dan sekaligus menghancurkan heli lawan menggunakan rudal-rudal Stinger-nya.

Untuk sasaran darat musuh berupa bunker, meriam artileri, sarang senapan mesin lawan, dan musuh yang bersembunyi dalam gedung juga bisa dihantam Apache menggunakan roket dan senapan mesin Gatling kaliber 7.62 mm.

Oleh karena itu karena Apache juga bisa berperan sebagai heli anti-personel (pembasmi pasukan darat musuh), jika pasukan TNI/Polri harus menghadapi serangan teroris dalam jumlah besar, Apache bisa menjadi andalan sebagai senjata pembasmi para teroris itu.

Apalagi Apache juga merupakan heli canggih yang anti-peluru senapan mesin pada bagian kokpitnya, tanki bahan bakarnya tahan tembakan roket dan RPG serta bisa dioperasikan dalam segala medan dan cuaca.

Fungsi utama Apache dan heli Mi-35 memang untuk menghantam musuh dalam perang darat, baik berupa pasukan reguler maupun gerilyawan termasuk para teroris.

Jika dikombinasikan dalam operasi tempur untuk mendukung pasukan khusus pada aksi militer melawan serangan teroris, maka kombinasi pasukan khusus dan heli tempur betul-betul sangat mematikan.

sumber: Intisari

Loading...

Setelah Apache, Boeing Rayu Indonesia Beli Chinook

“Dua Kapal Militer AS Berlayar di Wilayah Laut China Selatan yang Diklaim China”