in

Perjuangan Pasukan TNI-Polri Menaklukan Puncak Kebo, Hingga 3 Anggota KKB Tewas Ditembak

Ilustrasi prajurit TNI. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya).

Militer – Peristiwa berdarah yang menewaskan sejumlah pekerja pembangunan jembatan di Nduga, Papua akibat dibantai oleh KKB hingga kini masih menjadi perhatian publik.

Satu per satu fakta mulai terkuak terkait kekejaman KKB terhadap para pekerja pembangunan jembatan di Nduga, Papua.

Salah satunya adalah kesaksian Jimmi Aritonang, korban selamat tragedi pembantaian yang dilakukan KKB.

Kepada Kompas.com, Jimmi menceritakan kronologi tragedi pembantaian itu bermula hingga bagaimana perjuangannya menyelamatkan diri dari kekejaman KKB.

Sejumlah tim gabungan TNI dan Polri pun diturunkan untuk menangani kasus ini.

Melansir dari kanal YouTube Kompas TV, ada tiga anggota KKB yang tewas ditembak tim gabungan TNI-Polri.

Kodam XVII/ Cendrawasih memastikan bahwa ketiga anggota KKB itu ditembak dalam operasi pencarian dan pengejaran KKB.

Namun, jenazah anggota KKB itu tidak ditemukan karena dibawa oleh anggota KKB lainnya.

Hingga saat ini, tim gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengejaran KKB di sekitar Distrik Tigi, Papua.

Sementara itu, kabar tewasnya tiga anggota KKB juga dibenarkan oleh Wakapendam XVII Cendrawasih, Letkol (Inf) Dax Sianturi.

“Separatis yang tewas dalam kontak senjata dengan prajurit gabungan TNI – Polri adalah sejumlah tiga orang.

Ini terjadi pada saat, satu orang pada saat proses evakuasi korban selamat, kemudian dua orang tewas pada saat baku tembak dengan aparat yang sedang melakukan penyisiran di area Puncak Kabo.” jelasnya.

Letkol (Inf) Dax Sianturi juga mengatakan bahwa hal ini membantah adanya kabar tentang jatuhnya korban sipil saat penyisiran.

“Ini juga membantah adanya informasi yang mengatakan bahwa telah jatuh korban sipil selama penyisiran” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pada 2 Desember lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan adanya tragedi pembantaian yang mengakibatkan sejumlah pekerja pembangunan jembatan di Nduga, Papua tewas.

Pembantaian itu diduga dilakukan oleh sekelompok separatis Papua (KKB).

Hingga kini, tim gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengejaran terhadap anggota KKB.

Menaklukkan Puncak Kebo dan Menghadapi separatis

Puncak Kabo merupakan lokasi para karyawan PT Istaka Karya dieksekusi oleh sekelompok separatis yang diduga KKB di bawah komando Egianus Kogoya.

Untuk mengevakuasi para korban keganasan KKB, tim evakuasi dari aparat penegak hukum harus melakukan serangkaian perjuangan agar bisa masuk ke wilayah itu.

Tak mudah bagi aparat untuk mengevakuasi jenazah.

Sebab, untuk sampai ke wilayah itu, aparat penegak hukum dari tim Belukar dan tim Nanggala harus berjalan kaki selama 2 jam dari Distrik Mbua, tempat pemberhentian terakhir yang dilalui kendaraan.

Apalagi untuk menuju ke Puncak Kabonya sendiri.

Tim evakuator harus melalui jalur hutan yang lebat, berbukit dan melewati sungai.

Belum lagi, mereka juga harus menghadapi perlawanan yang dilakukan oleh kelompok Egianus Kogoya yang dilengkapi dengan persenjataan tempur.

Pada saat tim evakuasi memasuki Puncak Kabo, kelompok separatis itu melalukan serangan sekitar pukul 11.00 WIT.

Kontak senjata pun terjadi dan tak bisa dihindari.

Dalam kontak senjata itu, satu anggota tim Belukar atas nama Bharatu Wahyu NRP 95100020, Personil Yon B ki 3 Resimen II Pelopor menderita luka tembak pada bagian tangan.

“Kini anggota yang terluka sudah dievakuasi ke Wamena ibu kota Kabupaten Jayawijaya.

Kondisinya masih sadar, dia tertembak di bagian lengan,” ungkap Kapolda Papua Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar saat itu.

Sumber: TribunMedan

Loading...

2 Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Dikerahkan ke Venezuela

TNI AU Kini Punya Satuan Khusus Pemeliharaan Rudal