in

Filipina Beli Helikopter Black Hawk karena Pabrik Perakitannya Tidak di AS

Militer – Angkatan Udara Filipina telah memutuskan bakal membeli 16 unit helikopter Black Hawk buatan pabrikan asal AS, Sikorsky Aircraft, meskipun Presiden Rodrigo Duterte pernah bersumpah untuk tidak membeli persenjataan dari AS.

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan, keputusan membeli helikopter Black Hawk telah melalui evaluasi dan pertimbangan yang matang.

Sebelumnya, Filipina bermaksud membeli helikopter Bell 412 buatan Kanada. Namun kesepakatan tersebut batal lantaran pemerintah Kanada khawatir helikopter buatan mereka bakal digunakan untuk menyerang rakyat Filipina.

Angkatan Udara Filipina pun akhirnya kembali mempertimbangkan opsi penawaran lainnya, yakni S-70 Black Hawk yang diproduksi Sikorsky Aircraft, Mi-171 buatan Rusia, Surion buatan Korea Selatan, dan AW139 produksi AgustaWestland dari Inggris.

“Dari hasil evaluasi, diperoleh (Sikorsky) sebagai pilihan teratas. Mereka menginginkan Black Hawk,” kata Lorenzana di sela-sela forum koresponden asing di Manila, Kamis (17/1/2019).

Kementerian Pertahanan lantas melaporkan hasil evaluasi Angkatan Udara kepada Presiden Duterte dengan mengingatkan bahwa pilihan ini dapat melanggar pernyataannya.

“Walau demikian presiden telah memberikan lampu hijau,” kata Lorenzana, sebagaimana dilansir SCMP.

“Saat itu saya berkata, pesawat ini didatangkan dari Polandia, karena memang ada pabrik di Polandia yang memproduksi helikopter Black Hawk di bawah pengawasan Lockheed Martin dan Sikorsky.”

“Mungkin ini bisa menjadi pengecualian. Dan presiden berkara, apa pun yang diinginkan angkatan udara sebagai pengguna, maka itu yang akan kita beli,” tambah Lorenzana.

Presiden Duterte sebelumnya telah menyatakan tidak akan lagi membeli persenjataan dari AS setelah Washington meminta Filipina mempertimbangkan rencana pembelian senjata dari Rusia yang dapat merenggangkan hubungan kedua negara.

Selain itu, AS mengancam pembelian persenjataan dari Rusia dapat memicu sanksi karena “Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi” atau CAATSA yang disahkan Presiden Donald Trump pada 2017.

Undang-undang tersebut memberi kewenangan pemerintah AS untuk menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang membeli peralatan militer dari rival AS, yakni Rusia, Iran, dan Korea Utara.

Sumber : https://internasional.kompas.com/

Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...