in

Iran Anggap Kehadiran Militer AS di Timur Tengah ‘Terlemah dalam Sejarah’

REUTERS/Erik De Castro

Teheran – Iran menyebut kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah sebagai yang ‘terlemah dalam sejarah’. Komentar ini disampaikan merespons pengerahan besar-besaran militer AS ke kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir, yang disebut AS untuk menangkal ancaman Iran.

Seperti dilansir Reuters dan Press TV, Senin (27/5/2019), komentar tersebut disampaikan oleh Wakil Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) Laksamana Muda Ali Fadavi dalam wawancara dengan kantor berita Fars pada Minggu (26/5) waktu setempat.

“Amerika telah hadir di kawasan ini sejak tahun 1833 dan mereka saat ini berada di posisi terlemah sepanjang sejarah kehadiran mereka di Asia Barat, dan memiliki jumlah kapal perang paling minim di Teluk Persia,” sebut Fadavi.

Presiden AS Donald Trump memperketat sanksi-sanksi ekonomi untuk Iran dan beberapa waktu terakhir, pemerintahannya meningkatkan pengerahan militer ke kawasan Timur Tengah. AS menuduh Iran memberikan ancaman terhadap tentara dan kepentingan AS di kawasan itu. 

Iran sendiri menyebut langkah AS itu sebagai ‘perang psikologis’ dan ‘permainan politik’.

Ketegangan AS dan Iran meningkat setelah pada Mei 2018, Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran atau yang secara resmi disebut Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dan memberlakukan kembali sanksi tegas bagi Iran. 

Setahun usai AS menarik diri, ketegangan semakin memuncak dengan AS meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui pengetatan sanksi minyak dan meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan. AS mengerahkan sejumlah besar kapal dan pasukan militer termasuk pasukan serbu kapal induk USS Abraham Lincoln, satu skuadron pesawat pengebom B-52 dan rudal-rudal Patriot, ke kawasan Timur Tengah.

Pada Jumat (24/5) lalu, Pentagon mengumumkan bahwa 1.500 tentara tambahan akan dikirimkan ke Timur Tengah. Pentagon menyebut pengerahan ini merupakan langkah ‘kekuatan perlindungan’ terhadap potensi ancaman Iran. Trump dalam pernyataannya juga menyebut pengerahan ini bersifat sebagai perlindungan’

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, pada Sabtu (25/5) lalu, menyebut klaim-klaim AS soal AS sebagai ‘tuduhan direkayasa untuk membenarkan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan’. Menurutnya, pengerahan tentara AS tambahan ke Timur Tengah sebagai hal yang ‘sangat berbahaya’.

Sumber: news.detik.com

Loading...