in

Erdogan: S-400 Rusia, Kesepakatan Terpenting dalam Sejarah Turki Modern

S 400 Triumph rudal jarak jauh andalan Rusia Foto: Rusia-Insider.com

Presiden Recep Tayyip Erdogan menganggap kesepakatan dengan Rusia soal pembelian sistem pertahanan rudal S-400 sebagai kesepakatan terpenting dalam sejarah Turki modern.

Pernyataan itu muncul ketika komponen sistem rudal S-400 yang sudah tiba di Ankara dipamerkan di jalan-jalan utama negara itu pada hari Minggu pagi. Dua pasokan lagi diharapkan segera tiba.

“Kesepakatan terpenting dalam sejarah kami saat ini adalah perjanjian S-400,” kata Erdogan kepada wartawan di istana kepresidenan di Istanbul, seperti dikutip media setempat; Haberler.

“Dengan membeli S-400, Turki tidak bersiap untuk perang. Sistem pertahanan udara dirancang untuk memastikan perdamaian dan keamanan di negara kita. Langkah-langkah lain juga diambil untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kita,” ujar Erdogan.

Dalam komentarnya, Presiden Erdogan juga menyinggung masalah pesawat jet tempur F-35 dan ancaman Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan pengiriman pesawat siluman itu karena keputusan Ankara membeli sistem pertahanan udara Rusia. Dia menegaskan keduanya adalah masalah yang terpisah.

“S-400 adalah satu topik, F-35 adalah topik yang sama sekali berbeda. Hingga saat ini, kami telah membayar USD1,4 miliar untuk F-35,” katanya, seperti dikutip Sputniknews, Senin (15/7/2019). 

“Jika Turki dihapus dari program F-35, biaya satu pesawat bisa naik USD7-8 juta…Ini bukan keputusan yang mudah (bagi Washington),” katanya.

Menurutnya, jika Turki dikeluarkan dari program F-35, AS harus mengembalikan uang Turki. “Uang yang sudah kami bayarkan,” ujarnya.

Kembali ke kontrak S-400, Erdogan mengaku telah membahas ide produksi bersama sistem itu dengan Rusia. Pembahasan itu dia lakukan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama pertemuan G-20 di Jepang belum lama ini.

Turki, sambung dia, juga membahas prospek pembelian sistem pertahanan S-500 dari Moskow di kemudian hari.

Proses pengiriman S-400 ke Turki harus selesai pada April 2020, dengan bagian dari pekerjaan dalam memasang sistem tersebut akan selesai pada akhir tahun ini.

Turki menandatangani kontrak USD2,5 miliar dengan Rusia untuk pembelian empat set batalion S-400 pada akhir 2017. Setahun kemudian, AS menawarkan kepada Turki kesepakatan USD3,5 miliar untuk sistem pertahanan udara Patriot PAC-3. 

Ankara tidak mengesampingkan tawaran sistem rudal Patriot AS, tetapi telah mengindikasikan bahwa Ankara tidak akan membeli sistem tersebut. [Sindonews]

Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...