in

Masih Belum Ketemu, Pangdam Cenderawasih Tegaskan Terus Cari Helikopter MI 17 Yang Hilang

Helikopter Mi 17. ©2014 Merdeka.com

Helikopter MI 17 yang hilang sejak pekan lalu belum juga ditemukan. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, menegaskan pencarian helikopter MI 17 nomor seri HA-5138 tetap dilakukan hingga ditemukan.

“Untuk heli, sampai kini belum ditemukan, bersabar, tapi tetap kami lakukan pencarian,” katanya di Jayapura, Papua. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (14/7).

Yosua menjelaskan, Papua mempunyai cuaca yang terbilang sangat ekstrem dengan hutan di pedalaman yang sangat lebat dan kontur pegunungan yang menjulang dan curam.

“Dari 2004 hingga kini, kalau tidak salah ada delapan pesawat termasuk heli yang jatuh di pedalaman Papua, yang beberapa di antaranya hingga kini tidak ditemukan,” katanya.

Dia mencontohkan, pilot Policarpus pernah jatuh bersama pesawatnya di daerah Pegunungan Bintang dan itu pun memerlukan waktu untuk mencarinya.

“Kalau tidak salah itu 32 hari baru Policarpus keluar atau ditemukan di hutan. Tapi, soal Heli MI 17, kami tetap semangat untuk mencari hingga ditemukan,” katanya.

Ketika ditanya soal jumlah senjata api yang dibawa kru heli dan lima personel Satgas Pamtas 725/WRG yang ikut hilang kontak, dan dikhawatirkan ditemukan oleh oknum tidak bertanggung jawab atau dari KKSB, Yosua enggan menyebutkan jumlahnya.

“Jadi, ini soal risiko dalam suatu operasi. Kalau pesawat jatuh, kami tidak tahu. Itukan asumsi dari anda (wartawan), belum tentu juga ditemukan, buktinya pesawat heli super puma milik TNI AU, jatuh itu 2,5 tahun baru ditemukan, dan manusianya dalam keadaan utuh (termasuk senjata api),” katanya.

“Jadi, jangan dulu berandai-andai, diambil oleh pihak seberang. Itu prematur,” katanya lagi.

Helikopter MI 17 milik TNI AD dikabarkan hilang kontak sejak Jumat (28/6) sekitar pukul 11.49 WIT.

Helikopter MI 17 dengan nomor registrasi HA-5138 itu membawa 12 penumpang beserta crew yang sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.

Adapun nama-nama awak helikopter tersebut yaitu Kapten CPN Aris (pilot), Lettu CPN Bambang (pilot), Lettu CPN Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo dan Pratu Aharul.

Sedangkan penumpang yang merupakan anggota Yonif 725/WRG yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin dan Prada Tegar Hadi Sentana.  [Merdeka]

Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...