in

Padahal Baru Dibuat, Teknlogi Kapal Selam Australia Udah dianggap Kuno

Apa yang kurang dari Angkatan Bersenjata Australia saat ini dalam hal perencanaan pembelian alutsista? Tidak ada yang meragukan kapabilitas dan kemampuan dari kapal Destroyer Hobart Class dan kedepannya Frigate Hunter Class (Type 26) namun soal kapal selam Australia nampaknya bakal menemui hambatan serius.

Diberitakan oleh ABC News (15/7/2019) Analis militer Derek Woolner dan David Glynne Jones memperingatkan bahwa kapal selam masa depan Australia yang saat ini sedang dibangun oleh Euro Naval (DCNS) yaitu Kelas Shortfin Barracuda akan menjadi teknologi kuno ketika akan beroperasi pada tahun 2030 nanti.

Apa yang menyebabkan Kapal Selam kelas Barracuda tersebut menjadi teknologi using pada tahun 2030 nanti? Penyebabnya karena adalah sistem propulsi baterai yang rupanya masih menggunakan jenis Pb (timbal), teknologi Baterai ini tentunya sudah ketinggalan jaman dengan Baterai Ion Littium yang sudah mulai banyak digunakan oleh banyak kapal selam Diesel Konvensional.

“pada saat HMAS Attack (kapal selam pertama dari Kelas Barracuda) berdinas pada tahun 2030, kapal tersebut akan tertinggal dengan kapal selam lainnya di regional Indo pasifik yang sudah menggunakan baterai ion litium. Saya ingin melihat AL berinvestasi dalam hal pembuatan baterai Ion litium ini tegas Derek Woolner yang merupakan mantan penasihat pemerintah di bidang pertahanan.

Namun apa yang diungkapkan oleh Derek Woolner tersebut tidak mendapat tanggapan positif dari AL Australia yang melihat bahwa teknologi baterai Ion Litium belum terbukti. “Baterai lithium-ion adalah teknologi baru dan belum sepenuhnya terbukti di laut” jelas Jubir AL Australia

Loading...