in ,

Menkopolhukam Wacanakan Pembiayaan KFX/IFX Dengan Imbal Dagang

KFX

Pemerintah Indonesia berencana memasukkan skema imbal beli ke dalam proses negosiasi pembiayaan kerjasama pengembangan pesawat tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Experiment (KF-X/IF-X) yang dikerjakan bersama Korea Selatan (Korsel).

Menkopolhukam Wiranto mengatakan skema itu ditawarkan karena Anggaran Pembelian dan Belanja Negara (APBN) saat ini tengah difokuskan untuk pembangunan infrastruktur.

“Kita ingin supaya negosiasi ini paling tidak kepentingan Indonesia juga dipenuhi. Di sini kita sedang menyesuaikan tadi. Sehingga tadi kita bahas secara detail, misalnya bahwa pembayaran nanti tahap-tahap berikutnya tidak harus dengan cash, tapi dengan imbal beli,” ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, (18/7).

Skema imbal beli adalah suatu cara pembayaran barang yang mewajibkan pemasok luar negeri untuk membeli dan/atau memasarkan barang tertentu sebagai bayaran.

Wiranto menuturkan jenis barang yang bakal ditawarkan kepada Korsel dalam skema tersebut beragam, salah satunya alat pertahanan yang diproduksi Indonesia.

Ia juga tak menutup kemungkinan akan menawarkan pesawat CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) dalam skema imbal beli untuk jet tempur tersebut.

Wiranto memprediksi pesawat CN-235 akan disetujui karena Korsel pun merupakan salah satu negara yang menggunakan pesawat hasil kerjasama PT DI dengan Construcciones Aeronáuticas SA (CASA).

Skema imbal balik pun pernah dilakukan Indonesia saat membeli 11 jet tempur buatan Rusia, Sukhoi SU-35 yang disepakati pada 2017 silam.

Negosiasi dengan Korsel Belum Selesai

Wiranto menerangkan negosiasi pembelian jet tempur Korsel itu masih berlangsung hingga saat ini karena menyangkut banyak hal juga.

“Jadi ya kita ingin supaya proses negosiasi ini bisa berjalan luwes dengan tetep mengedepankan nilai-nilai persahabatan. Tapi juga jangan sampai Indonesia juga yang ingin menghemat APBN kemudian terdesak untuk terus mengucurkan dana-dana yang cukup besar,” ujarnya.

Wiranto enggan memperkirakan persentase penurunan kewajiban pembiayaan Indonesia terhadap pengembangan proyek tersebut. Ia hanya mengklaim pemerintah akan bekerja maksimal dalam proses tersebut.

“Tidak usah kira-kira. Namanya tergantung dua pihak kok dikira-kira. Yang penting kami sudah maksimal,” tegasnya.

Indonesia Ingin Skema Imbal Beli Kembangkan Jet Tempur KorselPengunjung melihat miniatur pesawat CN-235 dalam pameran industri pertahanan, Internasional Indo Defence. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Sebelumnya, Indonesia dan Korsel sepakat memulai fase kedua pengerjaan KF-X/IF-X, yakni pembuatan prototipe pesawat. Pada fase itu, kedua negara sepakat berbagi biaya untuk penggarapan fase kedua KF-X/IF-X.

Korea Aerospace Industries dan PT Dirgantara Indonesia juga meneken perjanjian pembagian kerja.

Sebanyak 20 persen pembiayaan ditanggung pemerintah Indonesia yakni Rp18 triliun atau 1,65 triliun Won (US$1,3 miliar). Sementara 80 persen sisanya ditanggung pemerintah Korsel. Total dana yang dikeluarkan kedua negara untuk penggarapan fase kedua ini sebanyak 8,6 triliun Won.

KF-X/IF-X dirancang menjadi pesawat tempur generasi 4,5 yang hanya satu tingkat di bawah jet tempur siluman generasi lima. KF-X/IF-X bakal mengadopsi teknik geometri pesawat siluman.

Nantinya pesawat tempur itu akan diproduksi massal untuk melengkapi armada udara Korea Selatan dan Indonesia.
Sumber : Antara

Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...