in

100 Tentara China Latihan Operasikan S 400 di Rusia

Sistem pertahanan rudal S-400 Triumf Rusia. Foto/REUTERS

Sebanyak 100 personel militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China telah menyelesaikan kursus pelatihan operasional sistem pertahanan rudal jarak jauh S-400 Triumf buatan Rusia. Pelatihan berlangsung di negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin tersebut.

Senjata pertahanan canggih yang oleh NATO dinamai SA-21 Growler itu diperuntukkan untuk layanan Pasukan Roket Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat (PLARF).

Para personel PLA yang menjalani pelatihan di Rusia dilaporkan akan ditugaskan untuk resimen kedua dari dua sistem pertahanan S-400.

“Sekitar 100 prajurit militer dari Tentara Pembebasan Rakyat China yang akan mempertahankan set resimen S-400 kedua, menyelesaikan kursus pelatihan untuk menggunakan sistem S-400 pada bulan Juli dan kembali ke negara asal mereka,” kata sumber pemerintah Rusia seperti dikutip dari kantor berita TASS, Kamis (1/8/2019).

Para tentara yang menjalani pelatihan itu kembali ke negaranya bersamaan dengan pengiriman resimen S-400 kedua. “Sebuah kapal pengangkut dengan perangkat keras batch pertama dari resimen S-400 kedua yang ditetapkan untuk China telah dibawa ke laut dari pelabuhan Ust-Luga di pantai Baltik,” kata sumber pemerintah Rusia kepada TASS, 24 Juli lalu.

Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi belum mengonfirmasi kursus pelatihan para personel PLA maupun pengiriman lanjutan sistem pertahanan udara canggih itu kepada China.

Pengiriman resimen S-400 pertama kepada China selesai pada Mei 2018. Gelombang pertama pelatihan yang diikuti sekitar 100 prajurit PLA juga sudah berlangsung pada tahun yang sama. PLARF bahkan sudah menyelesaikan uji coba penggunaan senjata pertahanan itu pada Desember 2018.

Amerika Serikat memberlakukan sanksi kepada China pada September 2018 karena membeli sistem pertahanan udara S-400 dan pesawat tempur Sukhoi Su-35. [Sindonews]

Berita dunia Militer di Instagram Follow Kami di @militerdotme
Loading...