in ,

Korea Selatan Bakal Bangun Kapal Selam Nuklir Dengan Vertical Launching System

Tangkap layar Youtube Pecinta Militer

Kiblat teknologi kapal selam Indonesia memang bukan ke Korea Selatan, namun harus diakui Indonesia ‘berguru’ ke Korea Selatan guna membangun industri kapal selam, yaitu dalam skema (Transfer of Technology) lewat pengadaan kapal selam Nagapasa Class yang digarap DSME bersama PT PAL. Bila dirunut dari sejarahnya, Korea Selatan sejatinya juga menerima Transfer of Technology dari Jerman Barat dalam mewujudkan Changbogo Class (Type 209 Class) pada awal 1989.

Hingga kini Korea Selatan telah memantapkan posisinya sebagai produsen kapal selam yang cukup disegani. Namun, segmen kapal selam Korea Selatan masih di ‘zona’ diesel listrik. Lantaran masih berstatus siaga berperang dengan Korea Utara, arsenal siluman bawah laut Korea Selatan dikenal lumayan banyak, yaitu mencapai 22 unit yang terbagi dalam Dosan Ahn Changho Class, Sohn Wonyil Class (Type 214) dan Changbogo Class.

Mungkin melihat dinamika pertempuran yang bakal terjadi di masa mendatang, baru-baru ini ada pernyataan bahwa pihak AL Korea Selatan akan membangun kapal selam bertenaga nuklir. Dikutip dari navyrecognition.com, pihak AL Korea Selatan mengungkapkan rencana tersebut pada 10 Oktober 2019.

“Memiliki kapal selam nuklir merupakan merupakan perspektif jangka panjang yang akan dirumuskan dalam gugus tugas tersendiri. Hal ini telah disampaikan kepada parlemen dan akan diputuskan lewat kebijakan nasional,” ujar Kepala Staf Gabungan dan Kementerian Pertahanan Korea Selatan. Meski sebelumnya belum pernah menyatakan bakal membangun kapal selam nuklir, namun ‘tanda-tanda’ ke arah sana sebenarnya sudah mulai terendus pada tahun 2003.

Para analis militer menduga rancang bangun kapal selam nuklir Korea Selatan nantinya akan menggunakan konsep Changbogo III (KSS-III), yaitu kapal selam dengan bobot 3.000 – 3.500 ton. Sebagai informasi, Korea Selatan mulai tahun ini mulai serius membangun kapal selam rancangan ‘sendiri’ yang ditargetkan dapat rampung pada periode 2025 – 2031.

Mengutip sumber dari globalsecurity.org, pada tahun 2011, Korea Selatan telah mencanangkan pembangunan heavy attack submarine dengan bobot 3.000-an ton, yang disebutkan pembangunannnya sudah dirintis sejak 2018.

Dalam proyek tersebut, dua manufaktur kapal selam Negeri Ginseng dikabarkan akan bekerjasama, yaitu Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) dan Heavy Industries. Kerjasama antara dua nama besar itu memang diperlukan, lantaran pra syarat kapal selam pemburu ini harus dilengkapi 6 – 10 tabung VLS (Vertical Launching System) untuk pelepasan rudal balistik guna merespon serangan dari Korea Utara.

Sebagai perbandingan, bila kelak Changbogo III Class punya bobot 3.000 ton, maka Changbogo Class yang digunakan TNI AL saat ini (aka – Nagapasa Class – Type 209/1400) punya bobot 1.400 ton. (Gilang Perdana)

Sumber : https://www.indomiliter.com/

Loading...