in

Alasan Jokowi Pilih Terawan Jadi Menkes: Dokter Militer Kelas Dunia

via: keepo.me

Presiden Jokowi memilih dr Terawan sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) dalam Kabinet Indonesia Kerja. Jokowi ternyata punya alasan tersendiri memilih Terawan.

Jokowi mengatakan, Terawan memiliki pengalaman sebagai dokter militer kelas dunia yang tak perlu diragukan. Terawan, kata Jokowi, juga memiliki pengalaman medis dalam menghadapi bencana.”Beliau (Terawan) dokter militer dunia artinya pengalaman beliau tidak diragukan. Juga termasuk pengalaman di lapangan menghadapi bencana,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (24/10).

Jokowi berharap Terawan dapat fokus menjalankan program-program preventif dalam mitigasi bencana. Ia ingin program kesehatan bagi masyarakat lebih mengarah pada proses pencegahan seseorang menjadi sakit.”Karena kita ini berada pada posisi bencana dan ancaman endemik. Saya lihat orientasinya adalah preventif itu yang akan dititikberatkan. Artinya berkaitan dengan pola makan sehat. Bukan titik berat pada mengurusi yang telah sakit. Jadi membuat rakyat kita sehat,” jelasnya

Selain itu, menurut Jokowi, Terawan memiliki kemampuan dalam mengelola manajemen personalia dan anggaran kesehatan yang baik. Sehingga Jokowi berharap anggaran kesehatan itu bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Menteri ini lebih titik berat pada pengelolaan pada manajemen, baik manajemen anggaran, baik manajemen personalianya juga baik manajemen mendistribusikan anggaran bisa dirasakan masyarakat sehingga menteri harus memiliki pengalaman menajemen yang baik. Saya melihat dr Terawan memiliki kemampuan itu,” pungkasnya.Terawan selama ini dikenal sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto. Pria lulusan kedokteran UGM ini terkenal dengan metode ‘cuci otak’ untuk pengobatan stroke.

Metode ini bahkan sudah diterapkan di Jerman dan dipatenkan dengan nama ‘Terawan Theory’. Namun, metode ini menimbulkan kontroversi karena dinilai belum ada studi ilmiahnya. Terawan pun sempat diberhentikan sementara oleh IDI dan dilarang membuka praktik kedokteran.Selain menjadi Kepala RSPAD, dokter Terawan juga tercatat sebagai tim dokter kepresidenan. Ia sempat diterbangkan ke Singapura untuk membantu penanganan istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, yang terkena kanker ganas.

Terawan juga pernah mendapat penugasan khusus dari Presiden Jokowi untuk memberikan penanganan khusus kepada Nyak Sandang, satu-satunya penyumbang pesawat pertama Indonesia yang masih hidup. [Kumparan]

Loading...