in

Kehebatan Roket MLRS Astros Milik TNI AD, Sekali Tembak Wilayah 1 Hektar Langsung Hancur

Roket MLRS Altros. ©TNI AD
Roket MLRS Altros. ©TNI AD

Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) TNI AD memiliki Multiple Launcher Rocket System (MLRS) Astros II MK 6 AV atau Roket Astros. Senjata terbaru buatan Avibras Aeroespecial Brasil ini memiliki daya jangkau sejauh 85 km.

“Alutsista yang ada di belakang kami adalah Roket Astros. Merupakan genarasi astros terbaru buatan Brasil,” kata Komandan Pusdik Armed Pussenarmed Kodiklatad Kolonel Arm Djoni Prasetyo di Lapangan Pusdikarmed, Jum’at (29/3).

Menurut keterangan Kolonel Djoni, satu amunisi Roket Astros bisa memiliki daya ledak hingga radius satu hektar persegi. Bahkan, ke depannya roket ini akan bisa memiliki daya jangkau sejauh 300 km. Senjata andalan ini efektif untuk menghancurkan musuh.

“Roket ini memiliki jarak capai yang bervariasi mulai dari 10 km, 30 km, 40 km, 60 km, hingga 80 km yang nantinya bisa di-uprgade hingga 300 km,” terangnya.

Senjata ini telah ditempatkan di Pulau Natuna, dan memang tujuannya ditempatkan di wilayah-wilayah terluar di Indonesia.

Selain Roket Astros, Pussenarmed juga memiliki Meriam 155 MM Caesar buatan Prancis. Meriam ini memiliki jangkauan sejauh 55 km dengan kecepatan menembak sebanyak 6 butir peluru per menit.

“Meriam ini merupakan meriam tercanggih di Prancis,” kata Kolonel Djoni.

Roket Astros dan Meriam Caesar 155 sengaja ditunjukan oleh Pusdikarmed dalam rangka demostrasi persenjataan yang dimiliki Pusdikarmed kepada Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) dan awak media nasional.

Persenjataan tersebut merupakan salah satu bentuk modernisasi di tubuh TNI AD, khususnya Pussenarmed. Hal itu juga diamini oleh Komandan Pusdikarmed yang mengatakan dalam kurun waktu sepuluh tahun ini, Pussenarmed terus mengadakan modernisasi alutsista.

Selain modernisasi dalam hal fisik, Pusdikarmed sebagai bagian dari Pussenarmed yang bertanggung jawab dalam melatih dan mendidik prajurit mengoperasionalkan alutsista juga melakukan modernisasi dalam hal non-fisik, seperti melakukan transfer of knowledge dengan mengirim prajurit untuk mempelajari pengoperasian senjata di negara asal senjata-senjata tersebut.

Selain itu, bisa juga mengundang pihak dari pabrikan senjata ke Pusdikarmed untuk mengajari para siswa di sana. [Merdeka]

Loading...