in

Takut Terhadap Kapal Selam Kilo AL Myanmar, Thailand Pasang Status Militer Tertinggi!

Tidak salah apabila banyak pihak terutama pihak barat yang takut terhadap kapal selam diesel buatan Rusia yaitu Kelas Kilo diberitakan oleh Bangkok Post (10/12/2019) AL Thailand memasang status militer tertingginya sehari setelah AL Myanmar dikabarkan menerima kapal selam Kilo dan berencana mengirimkan kapal tersebut untuk tugas patroli di Laut Andaman.

Menurut juru bicara AB Thailand Laksamana Madya Prachachart Sirisiwat “ Kapal selam diesel elektrik Kilo Class AL Myanmar yang diperoleh dari India dijdwalkan akan mulai beroperasi pada 24 Desember. Komando AL ke 3 yang mengawasi wilayah di Laut Andaman telah diperintahkan untuk mengawasi kapal selam Myanmar tersebut”

“Myanmar berencana untuk menggunakan kapal selamnya untuk keaman dan perlindungan maritimnya” Ungkap Laksamana Madya Prachachart Sirisiwat

Sebelumnya pihak AL Myanmar menyebutkan pengadaan kapal selam bekas ini dimaksudkan selain untuk mengejar ketertinggalan teknologi dari negara lain, kapal selam ini diproyeksikan untuk menjaga Teluk Benggala/Laut Andaman yang strategis dari gangguan negara asing.

Sebagai informasi Adalah INS Sindhuvir salah satu kapal dari 10 kapal yang dihibahkan ke AL Myanmar, mulai beroperasi pada tahun 1988 di AL India dan mendapat modernisasi tahun 1999. Kapal Selam Kilo (Project 877 Paltus) adalah kapal selam diesel elektrik generasi pertama dari keluarga besar Kilo, dengan berat sekitar 3.950 ton kapal selam ini dilengkapi dengan seabrek sensor dan persenjataan khas Rusia

Untuk Sensor Kilo Project 877 Paltus dilengkapi dengan Sonar Rubikon MGK 400 Shark Gill dan avoidance sonar MG 519 Mouse Roar. Sementara untuk persenjataan kapal selam ini dapat membbawa 18 torpedo yang diluncurkan dari 6 tabung torpedo kaliber 533 mm serta rudal jelajah 3M-54 Kalibr sumber

Loading...

Milisi pro Khalifa Haftar Libya. Foto/Istimewa

Diam-diam, Militer Israel Latih Milisi Haftar Libya

Menhan Prabowo Tawarkan Senjata Produk Pindad dan Kopassus untuk melatih pasukan khusus Laos