in

Awal Perang Dimuali, Iran Tembakkan Rudal-rudal ke Markas Militer AS di Irak

SEPAH NEWS/ AFP PHOTOEmpat peluru kendali mengudara di sebuah kawasan gurun yang tak disebutkan di Iran. Foto ini diperoleh dari divisi publikasi Garda Revolusi, Sepah News.
SEPAH NEWS/ AFP PHOTOEmpat peluru kendali mengudara di sebuah kawasan gurun yang tak disebutkan di Iran. Foto ini diperoleh dari divisi publikasi Garda Revolusi, Sepah News.

– Iran menembakkan sejumlah rudal ke pangkalan udara yang menjadi markas tentara Amerika Serikat (AS) di Irak. Iran menegaskan serangan rudal ini merupakan balasan atas serangan drone AS yang menewaskan Mayor Jenderal Qasem Soleimani pekan lalu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/1/2020), media nasional Iran dalam pernyataannya mengumumkan serangan rudal terhadap target AS di Irak tersebut. Ditegaskan Iran bahwa ‘respons yang lebih menghancurkan’ akan diberikan jika AS kembali melancarkan serangan.

Diketahui bahwa serangan drone AS pada 3 Januari lalu menewaskan Soleimani yang menjabat Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran dan komandan top militer Irak, Abu Mahdi al-Muhandis. Serangan itu dilancarkan di luar Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Sumber-sumber keamanan Irak menuturkan kepada AFP bahwa sembilan roket mengenai pangkalan udara Ain al-Asad di wilayah Irak sebelah barat, yang merupakan markas militer Irak terbesar yang menjadi markas tentara asing.

Dituturkan sumber-sumber keamanan itu bahwa serangan rudal ini terjadi dalam tiga tahap setelah Selasa (7/1) tengah malam waktu setempat.

Iran dengan cepat mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Televisi nasional Iran mengklaim Iran meluncurkan ‘puluhan rudal’ ke pangkalan militer Irak.

Melalui televisi nasionalnya, Iran juga menjanjikan ‘respons yang lebih menghancurkan’ jika AS melancarkan serangan lebih lanjut.

Dalam pernyataan terpisah, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS menyebut Iran menembakkan lebih dari satu lusin rudal terhadap pangkalan udara Ain al-Asad dan instalasi-instalasi lainnya yang menjadi markas tentara AS dan pasukan koalisi dekat Arbil.

Disebutkan bahwa pangkalan-pangkalan militer yang menampung tentara AS telah memperkirakan serangan tersebut dan dalam kondisi ‘waspada tinggi’ dalam beberapa hari terakhir.

Sumber: Detik

Loading...