in

Exocet MM 40 Block-3, Rudal Andalan Kapal Perang TNI AL Yang Sudah Teruji di Medan Perang

KRI Sultan Iskandar Muda saat menembakan rudal Exocet MM 40 Block-3
KRI Sultan Iskandar Muda saat menembakan rudal Exocet MM 40 Block-3

Rangkaian Latihan Gabungan (Latgab) TNI Yudha Dharma 2019 berlangsung seru.

Salah satu ‘acara’ yang ditampilkan dalam Latgab itu ialah demo penembakan rudal anti kapal ‘si ikan terbang’ Exocet MM 40 Block-3 di Laut Jawa, Sabtu (7/9/2019).

Mengutip @puspentni, Senin (9/9/2019) dalam penembakan tersebut, TNI AL mengerahkan KRI Sultan Iskandar Muda yang menjadi salah satu unsur Striking Force angkatan laut Indonesia untuk meluncurkan rudal besutan Prancis, Exocet MM 40 Block-3.

Penembakan sendiri dilakukan di Laut Jawa dengan sasaran sejauh 74 km dimana target dapat dikenai secara telak.

“Sasaran yang berhasil ditembak oleh KRI Sultan Iskandar Muda-367 dengan jarak sejauh 40 nautical mile atau lebih kurang 74 km,” tulis Puspen TNI seperti dikutip dari @puspentni.

Latihan ini ialah bagian dari simulasi Operasi Pemutusan Garis Perhubungan Laut Lawan.

Memang di jajaran senjata strategis TNI AL, rudal Exocet merupakan idaman.

Kapal perang macam KRI Diponegoro, KRI Bung Tomo, KRI John Lie dan lainnya yang merupakan kapal kombatan utama TNI AL.

Dalam penembakan itu hadir Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, beserta jajaran petinggi TNI AL lainnya.

Target berhasil ditembak dengan Exocet MM 40 Block-3

Pada Latgab TNI tahun ini, TNI AL mengerahkan puluhan alutsista yang terdiri atas 23 unsur KRI, 14 pesawat udara, dan 139 material tempur marinir.

Sudah teruji dalam pertempuran

Kiprah Exocet sebagai rudal pelibas kapal jempolan terjadi saat Perang Malvinas atau di Inggris disebut Falkland War ialah perang antara Inggris versus Argentina yang terjadi pada 2 April 1982 – 14 Juni 1982.

Walaupun Inggris menang dalam pertempuran modern pertama dalam sejarah umat manusia tersebut, nyatanya mereka juga mengalami kerugian besar lantaran Argentina juga tak mau kalah begitu saja.

Dikutip dari Angkasa, tersebutlah sosok seorang pilot dari 2a Escuadrilla Commando de Aviacion Naval Argentina (Armada Argentina) bernama Augusto Cesar Bedacarratz.

Namanya mendadak kondang dalam pertempuran Malvinas karena prestasinya.

Ya, prestasi bagi negaranya, namun mimpi buruk bagi lawannya, Inggris.

Bedacarratz ialah seorang pilot tempur yang menunggangi jet tempur Super Etendart besutan Prancis yang dipakai AL Argentina.

Tatkala perang Malvinas berkecamuk, skuadron tempat Bedacarratz bertugas mengemban misi amat berbahaya, yakni membombardir armada Inggris yang mengepung Goose Green yang termasuk kepulauan Malvinas.

4 Mei 1982, Bedacarratz dan rekannya, Letnan Armando Mayora ditugasi untuk menyerang kapal perang canggih milik Royal Navy, HMS Sheffield.

Bedacarratz tahu jika HMS Sheffield adalah kapal canggih yang dikhususkan untuk pertahanan anti serangan udara.

Namun misi tetaplah misi, walaupun tahu nyawa taruhannya Show Must Go On!

Kru darat segera memperlengkapi Super Etendart tunggangan Bedacarratz dengan rudal anti kapal Exocet buatan Prancis.

Setelah persiapan oke, 2 unit Super Etendart lepas landas melaksanakan misi negara.

Tak selang berapa lama dengan dipandu oleh pesawat intai maritim P-2 Neptune AL Argentina, Bedacarratz menemui targetnya.

Namun di pihak HMS Sheffield, Letnan Peter Walpole yang menjabat perwira anjungan kapal juga sudah mengetahui adanya jet tempur Argentina yang menyatroni mereka.

Ia segera memerintahkan peran tempur bagi seluruh awak HMS Sheffield.

Tapi apa lacur, Bedacarratz sudah lebih dulu mengunci HMS Sheffield dan menembakkan rudal anti kapal Exocetnya dari jarak satu mil laut.

Belum juga sampai 7 detik, rudal sudah menjebol dan meledak telak di lambung HMS Sheffield.

Kapal frigat canggih itu lantas terbakar hebat yang mengakibatkan 21 orang tewas seketika dan 24 lainnya luka parah dari 268 awak HMS Sheffield.

Dinding kapal yang terbuat dari alumunium menyebabkan kebakaran sulit dipadamkan.

Tiga hari kemudian HMS Sheffield tenggelam setelah semua awaknya diungsikan.

Tenggelamnya frigat canggih mili Royal Navy itu mencoreng muka kerajaan Inggris lantaran selalu membangga-banggakan armada lautnya.

Namun fakta dilapangan berbicara lain, hanya dengan sebiji rudal bisa dengan mudah menenggelamkan sebuah kapal berharga jutaan dolar AS. 

Sumber: Sosok.id

Loading...

Mentaisipasi Terjadi Perangm Iran Pamerkan Rudal Baru Raad 500 yang Lebih Canggih

Tahun 2021, Drone Tempur TNI Bakal Patroli di Wilayah Natuna