in

22 Unit Panser Kobra Pesanan TNI AD Dilapisi Pelindung Buatan Israel, Armour Shield R!

Walaupun secara resmi Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik resmi dengan Israel, namun tidak menyurutkan TNI untuk menggunakan alutsista atau bagian dari alutsista buatan Negeri Yahudi tersebut. Salah satu Alutsista TNI yang bercita rasa Israel adalah ranpur 8×8 Pandur II atau Cobra buatan Excalibur Army Republik Ceko.

Diberitakan oleh Airspace Review (25/2/2020) sebagai tindak lanjut pembelian 22 unit ranpur Kobra 8×8 oleh TNI AD senilai 80 Juta USD PT Pindad-Excalibur Army selaku vendor mulai melengkapi ranpur kobra dengan berbagai perlengkapan seperti yang diinginkan oleh TNI AD selaku user. Salah satu spesifikasi yang diinginkan oleh TNI AD adalah lapisan proteksi yang harus mumpuni.

Untuk lapisan proteksi Kobra mendapatkan lapisan proteksi tambahan berupa add on passive armour yaitu Armour Shield buatan Rafael Israel. Lapisan pelindung tambahan ini mampu melindungi kendaraan dari terjangan langsung peluru kaliber 7,62 Armour Piercing (AP), kaliber 12,7 AP, Kaliber 14,5 mm AP, Kaliber 25 mm APFSDS dan kaliber 30 mm APFSDS.

Sementara untuk bagian bawah lambung kobra mengadopsi lapisan pelindung ARMOX 500 besutan SSAB Swedia yang sanggup bertahan dari ranjau darat dan IED. Bergeser ke kubah lagi-lagi kita menemukan mahakarya Bangsa Israel yaitu kubah UT30 MkII buatan Ares yang merupakan anak perusahaan Elbit System yang berkedudukan di Brazil, kubah ini terintegrasi dengan kanon Bushmaster Mk 44 kaliber 30 mm dan SMS 7,62 mm buatan Pindad

Ranpur Kobra dioperasikan oleh tiga orang yakni komandan, pengemudi, dan juru senjata. Kabin belakangnya dapat menampung delapan pasukan bersenjata lengkap dengan muatan bawaannya mencapai 8,5 ton.

Sumber: World Defense Zone

Loading...

Personel TNI pukuli polisi dan rusak mapolsek di Tapanuli Utara. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Dipicu Keributan saat Macet, Personel TNI Pukuli Polisi dan Rusak Mapolsek di Sumut

Ditawari Kasad Masuk TNI, Begini Nasib Ririn Efendi Perancang Senapan Jarak Jauh

Ditawari Kasad Masuk TNI, Begini Nasib Ririn Efendi Perancang Senapan Jarak Jauh