in

Virus Corona Serang Kapal Induk Nuklir AS, Kaptennya Minta Tolong

Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Theodore Roosevelt. Foto/REUTERS
Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Theodore Roosevelt. Foto/REUTERS

Virus corona COVID-19 menyerang kapal induk nuklir Amerika Serikat (AS), USS Theodore Roosevelt, di mana 100 orang lebih di dalam kapal tersebut telah terinfeksi. Kapten kapal tersebut minta bantuan pemerintah karena wabah telah mengganas.

Menurut laporan San Francisco Chronicle, kapten kapal bernama Brett Crozier sudah mengirim surat kepada Angkatan Laut AS agar menyediakan fasilitas isolasi yang memadai.

Kapal USS Theodore Roosevelt saat ini merapat di Guam untuk mengarantina para awaknya. Laporan media Amerika itu tidak merinci jumlah awak yang terjangkit COVID-19, melainkan hanya menyebut lebih dari 100 orang terpapar virus.

Crozier, dalam suratnya, meminta agar 5.000 personel awak kapal diisolasi sepenuhnya untuk menghentikan penyebaran wabah COVID-19.

Surat yang diperoleh oleh San Francisco Chronicle menguraikan bahwa kesehatan dan keselamatan para pelaut di atas kapal harus menjadi prioritas saat ini.

“Ini akan membutuhkan solusi politik tetapi ini adalah hal yang benar untuk dilakukan,” tulis Crozier. “Kami tidak berperang. Pelaut tidak perlu mati. Jika kita tidak bertindak sekarang, kita gagal untuk merawat dengan baik aset kita yang paling tepercaya—Pelaut kita.”

Crozier meminta para awak dikeluarkan dari kapal. Menurutnya, ada risiko keterlibatan yang diperlukan untuk melindungi mereka.

“Menghapus sebagian besar personel dari kapal induk nuklir AS yang dikerahkan dan mengisolasi mereka selama dua minggu mungkin tampak seperti tindakan luar biasa… Ini risiko yang perlu,” tulis dia yang dilansir Selasa (31/3/2020).

“Mempertahankan lebih dari 4.000 pria dan wanita muda di dalam TR (Theodore Roosevelt) adalah risiko yang tidak perlu dan merusak kepercayaan para Pelaut yang dipercayakan pada kita,” lanjut Corzier.

Kapten kapal tersebut mengakui bahwa jika AS berperang maka para pelaut harus tetap di kapal.”Tapi kita tidak berperang, dan karena itu tidak dapat membiarkan seorang pelaut pun binasa akibat pandemi ini, sesuatu yang tidak perlu,” imbuh dia.

“Tindakan tegas diperlukan sekarang untuk mematuhi pedoman CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) dan (Angkatan Laut) serta mencegah hasil yang tragis.”

Sekretaris Angkatan Laut Thomas Modly mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa semua personel akan tetap di kapal selama pandemi COVID-19.

“Tidak seorang pun di kru akan diizinkan untuk meninggalkan tempat lain ke Guam selain di pierside. Kami sudah dalam proses tes 100 persen dari kru untuk memastikan bahwa kami sudah mendapatkan yang terpapar,” kata Modly.

Sumber: Sindonews

Loading...

Ilustrasi: Petugas mengangkat jenazah pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal untuk dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). - Tribunnews/Irwan Rismawan

PAMEN TNI AU Meninggal Dunia karena Virus Corona, Sempat Dirawat Satu Minggu

Ilustrasi: 50 Anggota KKB Papua Kalah dengan Warga Kampung, Gagal Sandera 3 Guru SD, Begini Kronologinya - Facebook TPNPB

Tembak Mati Warga Selandia Baru, KKB Papua Dibela Benny Wenda