in

Balas Manuver Jet Siluman F-35 NATO, Putin Unjuk Kekuatan S-400

Beberapa perangkat sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. Foto/RIA Novosti/REUTERS

 Militer rezim Vladimir Putin unjuk kekuatan dengan melakukan tes sistem pertahanan rudal mematikan S-400 Rusia di Wilayah Astrakhan, kemarin.

Tes sistem pertahanan udara canggih ini sebagai balasan atas manuver dua pesawat pembom siluman B-2 Amerika Serikat dan tiga jet tempur siluman F-35 Norwegia dalam misi NATO di Atlantik Utara. Latihan pesawat pembom dan jet tempur canggih itu telah berlangsung Maret lalu.

Sistem senjata anti-pesawat S-400 tercatat sebagai sistem pertahanan paling canggih di dunia pada saat ini. Para pakar Barat kerap menyuarakan kekhawatiran bahwa senjata itu dapat menghancurkan jet-jet tempur dan pesawat pembom termutakhir sekalipun.

“Di lapangan latihan Ashuluk di Wilayah Astrakhan, tim-tim resimen rudal anti-pesawat dari unit pertahanan udara Leningrad dari Distrik Militer Barat menembakkan rudal surface-to-air S-400 Triumph yang ditembakkan terhadap target di udara,” bunyi pernyataan militer Rusia yang dikutip Sputniknews, Rabu (14/4/2020).

Militer rezim Presiden Putin juga merilis video singkat dari tes tembak sistem pertahanan udara tersebut.

“Selama tugas tempur mereka, mereka mendeteksi dan menyerang rudal target yang mensimulasikan senjata serangan udara modern dan masa depan musuh,” lanjut pernyataan militer.

Sistem S-400 dikembangkan oleh Almaz Central Design Bureau of Russia. Sistem baru ini menggantikan sistem pertahanan udara S-300P dan S-200 Angkatan Darat Rusia.

S-400 dikembangkan sebagai upgrade dari seri sistem S-300 dan mulai memasuki layanan militer pada April 2007.

Rusia membentuk empat resimen S-400 yang membela wilayah udara nasional di wilayah Moskow, exclave Baltik di Kaliningrad, dan Distrik Militer Timur. Senjata ini juga telah dibeli oleh China dan Turki. Sedangkan India sedang dalam proses penantian pengiriman.(sindo)

Loading...

Politisi Gerindra Ingatkan Ojol Jangan Minta Diistimewakan, Banyak Warga yang Menganggur

Pengamat Intelijen: Kelompok Anarcho-Syndicalism Manfaatkan Pandemi Corona