in

Politisi Gerindra Ingatkan Ojol Jangan Minta Diistimewakan, Banyak Warga yang Menganggur

Tangkapan layar video WhatsAppTangkapan layar video yang menampilkan sejumlah pengemudi ojek online menyatakan kekecewaan terhadap pemerintah atas penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Video viral di media sosial menunjukkan sekelompok sopir ojek online meminta agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah memikirkan nasib mereka.

Dalam video, salah satu pengemudi ojek online mengatakan bahwa saat ini ojol menderita karena dampak merebaknya virus corona (Covid-19).

Namun, ada nada provokasi dalam pernyataannya.

“Kepada pemerintah pusat beserta jajarannya, para politisi, para petinggi partai beserta jajarannya, kemana hati nurani kalian, hingga saat ini kami bagian dari bangsa Indonesia menderita karena wabah Covid-19,” ucap pengemudi ojol tersebut.

“Ingat lapar bisa membuat orang menjadi bringas. Lapar bisa mematikan pikiran, membutakan mata hati. Kalian tidak punya empati, tidak punya perhatian, jangan salahkan kami tidak punya akal sehat, dan tidak punya nurani,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta S Andyka meminta agar ojol tidak terlalu minta diistimewakan oleh pemerintah.

Pasalnya, banyak warga lain yang juga membutuhkan bantuan dalam kondisi seperti ini.

“Saya sih melihat apa yang dilakukan pemerintah bukan hanya sebatas kepada ojek online saja. Bagaimana dengan opang? Pengangguran? Pengangguran di kita masih banyak. Bagaimana dengan pekerja harian lepas yang memang jika enggak kerja dia enggak dapat duit?” tutur Andyka saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/4/2020).

Menurut Andyka, meski mengikuti Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 yang melarang ojek daring mengangkut penumpang, namun setidaknya ojek online masih bisa mengangkut barang sehingga masih memiliki pendapatan.

Berbeda dengan pekerja harian lepas yang belum tentu mempunyai penghasilan atau para pekerja pabrik yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun warga miskin lainnya.

“Sementara mereka kan masih ada kesempatan untuk angkut barang. Ojol kan masih ada harapan. Saya berpikir jangan lah terlalu minta diistimewakan, karena pemerintah memberikan perlakuan yang sama dalam rangka memberikan bantuan covid-19,” kata dia.

Sebelumnya, polisi mengamankan sopir ojol tersebut setelah videonya viral. Belakangan, Polisi membebaskan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pengemudi ojol itu dibebaskan karena telah menyampaikan permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Memang benar dia (pengemudi ojol) sempat kami jemput dan kami amankan, tapi tidak kami tahan. Kami bebaskan,” kata Yusri saat dihubungi, Selasa (14/4/2020).

Yusri menjelaskan, polisi hanya memberikan edukasi terkait aturan PSBB terhadap pengemudi ojol yang tak disebutkan namanya itu.

Kepada polisi, pengemudi ojol itu mengaku menyebarkan ujaran provokatif sebagai ungkapan keresahan atas keadaan para pengemudi ojol setelah penerapan PSBB di Jakarta.

“Motifnya itu, dia hanya merespons situasi yang saat ini terjadi. Kita kemudian memberikan edukasi-edukasi, pemahaman terkait situasi saat ini. Alhamdulillah dia mengerti,” ungkap Yusri.

Para sopir ojol sempat protes atas larangan membawa penumpang selama PSBB. Aturan tersebut diterapkan di Jakarta dan kota-kota sekitarnya.

Sumber: Kompas

Loading...

Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Theodore Roosevelt. Foto/REUTERS

Pertama Kali, COVID-19 Renggut Pelaut Kapal Induk Nuklir AS

Balas Manuver Jet Siluman F-35 NATO, Putin Unjuk Kekuatan S-400