in

Pengorbanan Tenaga Medis Bikin Jenderal Andika Berlinang Air Mata

KSAD Andika Perkasa, Foto: dok. KSAD

Wajah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mendadak sayup dan berlinang air mata. Tampang tegas yang selalu menyelimuti setiap prajurit TNI nampak tertutup haru yang mendalam.

Air mata itu tak sanggup terbendung usai mendengar curahan hati petugas medis RSPAD Gatot Subroto, Jakarta yang menangani pasien Covid-19. Selaku pemegang tampuk kepemimpinan tertinggi di matra angkatan darat, Andika begitu tersentuh melihat pengorbannya prajuritnya untuk bangsa dan rakyat.

Mereka tak kenal lelah melawan Covid-19. Keluarga rela ditinggalkan sementara waktu demi kepentingan warga. Rasa rindu itu tak pernah menyurutkan semangat para tenaga medis ini menyembuhkan para pasien.

Andika merasa memiliki tanggungjawab yang begitu besar memperhatikan ‘anak-anaknya’ ini. Berbagai kebutuhan yang mereka butuhkan akan selalu menjadi prioritas untuk dipenuhi.

Tenaga medis dari Instalasi Gizi RSPAD, Mayor (K) CKM Novianti pun menyampaikan sejumlah kebutuhan yang diharapkan oleh rekan-rekannya. Salah satu yang sangat dibutuhkan yaitu stok madu, untuk mejaga stamina tubuh.

Tak pikir panjang, permintaan itu pun langsung dipenuhi oleh sang Jenderal. “Nanti kita carikan yang kualitas bagus,” ucap Andika saat teleconference dengan tenaga medis RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (17/4).

Ucapan itu tak hanya sekedar omong kosong, puluhan dus madu yang telah dikemas dalam botol-botol berukuran kecil pun tiba di RSPAD. Bak mendapat sebongkah emas, para tenaga medis menerima madu itu dengan sorak gembira.

Rasa bahagia itu sulit tergambarkan dengan kata-kata. Raut wajah riang itu melebihi pemenang lotre, padahal hanya madu yang mereka terima. Terlebih, usai dilakukan tes laboratorium, madu tersebut dipastikan murni tanpa campuran apapun. “Mudah-mudahan nggak kali ini saja. Saya sampaikan pesan teman-teman,” ucap Mayor Novianti penuh harap.

Permintaan itu disambut senyum bahagia oleh Andika. Bahkan istri mantan Danpaspampres itu, pun turut bahagia menyaksikan perjuangan keras para prajurit TNI. “Saya yang terimakasih banyak. Luar biasa perjuangan kalian (tenaga medis). Saya ingin memeluk,” ucap istri Andika, Hetty.

Sebagai Ketua Umum Persatuan Istri Prajurit TNI AD (Persit) Hetty sangat kagum atas perjuangan para tenaga medis. Apalagi jika mendengar pengorbanan para tenaga medis yang sudah berbulan-bulan tak pernah pulang ke rumah.

“Sudah sejak Januari nggak bertemu orang tua bu. Dengan bantuan ibu, ini merupakan motivasi besar untuk kami melawan Covid-19. Ibu seperti orang tua pengganti untuk kami,” kata salah seorang tenaga medis.

Mendengar pengorbanan para tenaga medis, Andika dan istrinya tak kuat membendung air mata. Tampang tegas yang selalu terlihat dari wajah Andika seolah sirna seketika oleh perjuangan ‘anak-anaknya’ melawan Covid-19.

Tak banyak kata yang mampu diucapkan Andika dan istrinya untuk membalas jasa-jasa para prajuritnya. Mereka hanya bisa mendoakan musibah ini bisa segera berlalu. Serta segala kebutuhan para tenaga medis bisa dipenuhi.

“Sampaikan salam sayang saya untuk semua, jangan ragu, jangan sungkan, karena apa yang kami berikan ke mba-mba itu nggak ada apa-apanya dibanding pengorbanan mba-mba dan mas-mas. Terimakasih,” tutup Hetty.

Sumber: Jawapos

Loading...

Di Tengah Pandemi, Perayaan HUT Ke-68 Kopassus Diperingati secara Sederhana

Dua Jet Tempur Rusia Dekati Kapal Perang AS, tapi Dicegat F-16