in

Bomber Nuklir Silmuan H-20 China Debut Tahun Ini, Masalah bagi AS

Pekiraan desain pesawat pembom siluman supersonik Xian H-20 China. Foto/Fox News/Weibo

 Pesawat pembom (bomber) siluman supersonik Xian H-20 dilaporkan memulai debutnya tahun ini. Pesawat yang mampu membawa bom nuklir ini akan menjadi masalah bagi Amerika Serikat (AS) karena pangkalan militer Amerika di Pasifik dan sekutunya berada dalam jangkauan.

Mengutip South China Morning Post, Selasa (5/5/2020), Xian H-20 siap diterbangkan dalam airshowdi China tahun ini. Namun, Beijing menimbang kembali waktunya sehubungan dengan pandemi virus corona baru (COVID-19).

Sumber-sumber militer China mengatakan Xian H-20, yang jadi pelengkap triad nuklir Beijing, dapat membuat penampilan publik pertamanya di Zhuhai Airshow November tahun ini jika pandemi COVID-19 cukup terkendali.

“Zhuhai Airshow diharapkan menjadi platform untuk mempromosikan citra China dan keberhasilannya dalam pengendalian pandemi—memberi tahu dunia luar bahwa penularannya tidak berdampak besar pada perusahaan industri pertahanan China,” kata salah satu sumber militer.

“Kepemimpinan Beijing masih hati-hati mempertimbangkan apakah itu akan memengaruhi keseimbangan regional, terutama karena ketegangan regional telah meningkat atas pandemi COVID-19,” kata sumber militer lainnya.

“Seperti rudal balistik antarbenua, semua pembom strategis dapat digunakan untuk mengirimkan senjata nuklir…jika China mengklaim telah mengejar kebijakan pertahanan nasional yang murni bersifat defensif, mengapa itu membutuhkan senjata ofensif seperti itu?,” ujarnya.

Ketegangan di kawasan Pasifik memburuk dalam sebulan terakhir, di mana Beijing dan Washington terus terlibat perang kata-kata terkait pandemi COVID-19. Kedua pihak juga pihak meningkatkan patroli Angkatan Laut di Selat Taiwan dan Laut China Selatan serta Laut China Timur.

Departemen pertahanan AS memperkirakan jarak jelajah H-20 adalah lebih dari 8.500 km (5.300 mil).

Kehadiran H-20 akan menandai lengkapnya triad nuklir (rudal balistik antarbenua berbasis darat, rudal yang diluncurkan kapal selam, dan senjata yang diluncurkan udara) China.

Stasiun televisi pemerintah China melaporkan H-20 dapat mengubah kalkulus strategis antara AS dan China dengan menggandakan rentang serangan pesawat pembom H-6K yang beroperasi saat ini.

H-20 dilaporkan dirancang untuk menyerang sasaran-sasaran jauh, yang mencakup pangkalan AS di Jepang, Guam, Filipina, dan negara-negara lain. Rantai pulau di Hawaii dan pesisir Australia juga berada dalam jangkauan.

Pesawat pembom supersonik ini rencananya akan dilengkapi dengan rudal nuklir dan konvensional dengan berat lepas landas sekitar 200 ton dan berat muatan hingga 45 ton. Pembom itu diperkirakan terbang dengan kecepatan subsonik dan berpotensi mengeluarkan empat rudal jelajah siluman hipersonik yang kuat.

H-20 diyakini telah dikembangkan sejak awal 2000-an. Proyek untuk mengembangkan pembom strategis pertama kali diumumkan oleh Tentara Pembebasan Rakyat pada tahun 2016. Sumber: Sindonews

Loading...

AS Kerahkan 2 Pembom Nuklir usai Kapal Perangnya Diusir China

China Siap Perang Vs Amerika Jika Corona Berujung Konfrontasi Senjata