in

AS Tarik Rudal Patriot, Arab Saudi Siap Kerahkan Sistem Rudalnya Sendiri

Sistem pertahanan rudal Patriot Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Russell Boyce/File Photo

– Arab Saudi bersiap mengerahkan sistem pertahanan rudalnya sendiri untuk melindungi instalasi minyak di timur negara itu. Langkah itu diambil setelah Amerika Serikat(AS) menarik dua baterai rudal sistem rudal Patriot-nya dari wilayah kerajaan tersebut.

Media milik Arab Saudi, Al-Arabiya, melaporkan pada Senin bahwa Riyadh akan mengerahkan baterai sistem rudal Patriot Advanced Capabilities-3 (PAC-3) miliknya sendiri ke provinsi timur yang kaya minyak untuk menggantikan rudal baterai sistem rudal surface-to-air Patriot AS, yang dimaksudkan untuk melindungi aset darat dari serangan rudal dan pesawat musuh.

Sistem rudal PAC-3 sering digunakan oleh Arab Saudi untuk mencegat atau mengintersepsi rudal balistik jarak pendek yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi Yaman ke wilayah Saudi.

Mengutip Al-Arabiya, Selasa (12/5/2020), AS memutuskan untuk menarik dua dari empat baterai sistem rudal Patriot dari Pangkalan Udara Prince Sultan (Pangeran Sultan), sekitar 80 km selatan Riyadh. Dua sisanya akan tetap berada di pangkalan tersebut. 

AS mengerahkan empat baterai sistem misil itu ke Kerajaan Arab Saudi pada akhir September lalu setelah serangkaian serangan drone bersenjata dan rudal yang menargetkan dua fasilitas minyak Saudi di Abqaiq dan Khurais.

Serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco menyebabkan lonjakan harga minyak pada saat itu.

Kelompok Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi Arab Saudi dan Amerika Serikat menyalahkan Iran. Teheran membantah tuduhan tersebut.

Ali Shihabi, pendiri Arabia Foundation mengatakan kepada Al Arabiya bahwa penarikan dua baterai sistem misil Patriot AS tidak memengaruhi hubungan kedua negara.”Penarikan hanya dua baterai Patriot yang dibawa untuk melindungi dua skuadron jet tempur Amerika yang sedang dirotasi,” katanya.

Pekan lalu, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Washington menarik beberapa baterai sistem rudal Patriot karena beberapa pejabat Washington merasa bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman langsung bagi kepentingan strategis Amerika.

WSJ lebih lanjut melaporkan bahwa selain menarik sistem rudal Patriot dan lusinan personel militer, AS juga mempertimbangkan untuk mengurangi kehadiran tentara Angkatan Laut-nya di Teluk. Bahkan, Washington telah memerintahkan militernya untuk relokasi dua skuadron jet tempur dari wilayah itu.

Hubungan Washington dan Riyadh yang secara tradisional hangat menjadi tegang dalam beberapa pekan terakhir, yang sebagian besar disebabkan oleh jatuhnya harga minyak akibat perang harga antara Saudi dengan Rusia.

“Kami melakukan banyak langkah di Timur Tengah dan di tempat lain. Kami melakukan banyak hal di seluruh dunia, secara militer kami telah mengambil keuntungan dari seluruh dunia,” kata Presiden Donald Trump pada Kamis lalu saat mengomentari penarikan sistem rudal dari Saudi.

“Ini tidak ada hubungannya dengan Arab Saudi. Ini berhubungan dengan negara lain, terus terang, jauh lebih banyak,” ujarnya.

Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengklaim penarikan sistem rudal Patriot tidak menandakan penurunan dukungan Washington kepada Riyadh dan tidak terkait dengan perang minyak.

Pompeo mengatakan AS masih menganggap Iran sebagai ancaman. “Baterai Patriot itu sudah ada untuk beberapa waktu. Pasukan itu perlu pulang,” kata Pompeo.”Ini adalah rotasi kekuatan yang normal.” Sindonews

Loading...

Pamer Kekuatan, 6 AS Berkeliaran di Eropa dan Pasifik

Tentara Israel Tewas setelah Kepalanya Dilempar Batu