in

Ada Kabar dari Rusia Soal Sukhoi yang Dibidik Prabowo, Simak!

Sukhoi Su-35 ( Foto: sukhoi.org )

Sebuah kabar datang dari Rusia, Jumat (29/5/2020). Via laman stasiun televisi milik Kementerian Pertahanan Rusia, Zvezda, Rosoboronexport (perwakilan negara untuk ekspor/impor produk dan teknologi pertahanan Rusia) merilis informasi terkait Sukhoi Su-35.

Perusahaan itu meyakinkan mampu memenuhi kebutuhan Indonesia akan pesawat tempur multiguna tersebut. Tidak hanya itu, Rosoboronexport menjanjikan siap memenuhi apapun permintaan Indonesia terkait Sukhoi Su-35.

“Kami yakini ini adalah pilihan terbaik untuk meningkatkan kemampuan tempur angkatan udara Indonesia,” tulis Rosoboronexport seperti dikutip Zvezda, Senin (1/6/2020).

Dalam pemberitaan itu, Rosoboronexport turut menyinggung Amerika Serikat (AS). Menurut mereka, upaya AS menekan negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk membatalkan akuisisi Sukhoi Su-35 tidak dapat diterima dan merupakan “manifestasi dari kompetisi yang tidak adil”.

Sekadar mengingatkan, rencana pembelian Sukhoi Su-35 sebanyak 11 unit kembali mencuat selepas kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto ke Rusia, Januari lalu. Kala itu, Prabowo menemui Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu di kantor Kementerian Pertahanan Rusia, Moskow, Selasa (28/1/2020) waktu setempat.

Banyak hal dibicarakan dalam rangka diplomasi pertahanan. Salah satu poin penting dalam pembicaraan itu adalah rencana Prabowo menuntaskan pembelian 11 jet tempur Sukhoi Su-35 senilai US$ 1,14 miliar.

“Ya tadi disinggung juga [soal pembelian Sukhoi], itu tinggal tunggu proses saja,” kata Besar RI untuk Rusia Wahid Supriyadi seperti dilaporkan cnnindonesia.com, Rabu (29/1/2020). “Iya [pembicaraan seputar kontrak pembelian Sukhoi] masih on. Ya segera setelah persyaratan terpenuhi [kontrak pembelian akan disepakati],” lanjutnya.

Prabowo pun sudah buka suara perihal kelanjutan rencana pembelian Sukhoi Su-35. Menurut dia, pembahasan masih terus dilakukan.

“Kita lihat nanti. Semua akan dievaluasi,” kata Prabowo ketika ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Februari lalu.

Saat ditemui di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020) petang, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menyebut kontrak pembelian Sukhoi Su-35 sudah ditandatangani beberapa waktu lalu.

“Kami berharap itu akan segera diimplementasikan,” ujar Lyudmila. “Indonesia akan memiliki salah satu alat utama sistem persenjataan terbaik di dunia,” lanjutnya.

Rencana Indonesia membeli 11 unit Sukhoi Su-35 sudah lama mengemuka. Sejumlah pihak menuturkan jet-jet tersebut akan tiba di Indonesia pada 2019. Namun, realisasinya tidak demikian.

Rusia tak menampik salah satu hambatan pembelian Sukhoi ini adalah bayang-bayang sanksi AS. Meski begitu, Prabowo menegaskan Indonesia adalah negara berdaulat sehingga keputusan apa pun tidak bisa bisa diintervensi apalagi diancam negara lain.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu pada akhir November 2019 menuturkan akan mengkaji ulang rencana pembelian Sukhoi Su-35, terutama dari sisi efisiensi anggaran dan keuntungan yang diperoleh Indonesia.

Beberapa waktu sebelumnya, tepatnya di sela pameran International Aviation and Space Show (MAKS) 2019, Direktur Dinas Federal untuk Kerja Sama Teknis dan Militer Rusia Dmitriy Shugaev mengungkapkan kontrak pembelian 11 unit Su-35 untuk Indonesia masih berlaku.

“Kami sedang bekerja bersama untuk merumuskan hal itu. Kami sedang membahas beberapa perincian kecil yang tercantum di dalam kontrak,” ujar Shugaev, akhir 2019.

Ia pun berharap kontrak pengadaan pesawat tempur itu bisa terwujud dalam waktu dekat. Shugaev menyebut hal itu untuk menjawab pertanyaan banyak wartawan di seluruh dunia terhadap apa yang terjadi hari ini pada mereka dari sisi kebijakan internasional AS. [cnbc]

Loading...

Dikepung Militer, Area Gedung Putih Bak Zona Perang

Canggih, TNI AD Uji Coba Helm Pendeteksi Gejala Corona