in

Perang Makin Terbuka, Pesawat Militer China dan Amerika Saling Manuver di Langit Taiwan

Kapal induk milik China. (foto: ist/net)

China secara politik memgklaim Taiwan merupakan bagian integral dari China sementara Taiwan menolak klaim dan menyatakan sebagai negara bebas dan dekokrasi

Ketegangan kedua negara semakin memucak ketika Taiwann secara tegas menolak  tawaran China yang mengajak Taiwan bergabung dengan China dan menganut satu negara dua sistem

China semakin meradang setelah Taiwan sukses membeli 18 tertpode modern yang mampu menenggelamkan kapal selam maupun kapal Induk China yang berani mencoba mendekati Taiwan.

toritas pertahanan Taiwan mengatakan jet tempur Tentara Pembebasan China (PLA) telah mendekati pulau itu pada hari Selasa kemarin.

epat saat sebuah pesawat militer Amerika Serikat (AS) terbang di atas Taiwan untuk semakin meningkatkan ketegangan lintas-Selat menyusul serangkaian penjualan senjata AS ke pulau itu dan transit kapal perang AS melalui Selat Taiwan.

Dikutip dari laman globaltimes.cn, Rabu (10/6/2020), penerbangan langka kapal perang AS di kawasan Taiwan menunjukkan kolaborasi yang semakin meningkat antara militer AS dan separatis negara itu.

Namun, para pakar daratan China pada hari Selasa kemarin mengatakan bahwa serangan jet tempur daratan China yang mengirimkan peringatan keras kepada AS dan Taiwan, menunjukkan seberapa besar PLA dipersiapkan untuk menghadapi perang.

Sebelumnya, sebuah pesawat angkut militer C-40 AS diidentifikasi terbang di atas garis pantai barat Taiwan pada Selasa pagi.

Seperti yang dilaporkan media Taiwan, mengutip pernyataan otoritas pertahanan pulau itu.

Otoritas pertahanan Taiwan pada hari Selasa menyampaikan, penerbangan pesawat AS ke pulau tersebut telah disetujui dan tidak melakukan pendaratan.

Namun pada waktu yang nyaris sama pula, beberapa jet tempur PLA Su-30 milik China secara cepat memasuki ‘wilayah udara’ barat daya pulau Taiwan.

Seorang pakar militer daratan China Song Zhongping mengatakan bahwa terbangnya jet tempur PLA mendekati langit Taiwan kemungkinan untuk menantang balik langkah provokatif yang dilakukan pesawat militer AS.

“Penerbangan AS C-40 telah disetujui oleh otoritas pertahanan Taiwan dan ini merupakan provokasi langsung yang diluncurkan militer Taiwan dan AS. Menandakan peningkatan kerja sama militer di antara mereka,” kata Song.

Ia mencatat bahwa ini juga dapat dilihat sebagai facto latihan militer bersama, menunjukkan bahwa AS mampu memberikan dukungan kepada Taiwan dalam melakukan perang dan memberikan keberanian bagi para separatis Taiwan untuk melawan daratan China.

Sementara itu pakar militer di Beijing, Wei Dongxu mengatakan bahwa kehadiran jet tempur Su-30 di tengah operasi AS menunjukkan bahwa PLA selalu dalam kondisi siaga tempur tingkat tinggi.

Mereka dapat bereaksi dengan sangat cepat saat penyusup mendekati wilayah Taiwan.

PLA mampu menyebar ke seluruh Taiwan dan wilayah udara terdekat, membentuk formasi pertahanan yang padat.

“Pesawat AS pun dapat diidentifikasi dan dikunci oleh jet tempur PLA,” kata Wei.

Wei mencatat bahwa Su-30 adalah jet tempur yang memiliki daya tahan lama, sistem radar canggih dan dapat membawa rudal udara ke udara jarak menengah yang dapat menembak jatuh sasaran dari jauh.

Mengirimkan Su-30 ke langit Taiwan, kata dia, juga menunjukkan kemampuan PLA dalam pamer keunggulannya di udara. Pos Kupang

Loading...

Jalan Kaki 9 Jam, Ini Momen Prajurit TNI Jenguk Orangtua Sakit Dalam Hutan Belantara

PM Singapura Klaim China Tak Akan Bisa Kalahkan Amerika, Meski Berusaha Tingkatkan Kekuatan Militer