in

Korea Utara Bersikukuh Akan Balas Dendam kepada Korsel

Otoritas Korea Utara (Korut) menolak untuk mempertimbangkan kembali aksi balas dendam kepada Korea Selatan (Korsel). Korut akan tetap memborbardir Korsel dengan selebaran sebagai bagian dari kampanye informasi melawan tetangganya itu.

“Korea Utara memahami bahwa penyebaran selebaran adalah pelanggaran perjanjian antar-Korea, tetapi Korea Utara tidak berniat untuk mengubah rencananya pada saat hubungan antara Korea Utara dan Selatan dengan cepat gagal,” tulis kantor berita Korut, KCNA, mengutip pernyataan seorang juru bicara dengan United Front Department dari Komite Sentral Partai Buruh Korut yang dinukil Sputnik, Minggu (21/6/2020).

Pada hari Sabtu, KCNA melaporkan bahwa Pyongyang telah mulai mempersiapkan selebaran untuk kampanye informasi melawan Korsel. Mahasiswa Korut dilaporkan siap untuk membagikan selebaran, segera setelah daerah perbatasan dibuka dan mereka dapat mengaksesnya. KCNA menambahkan bahwa Pyongyang sekali lagi menuduh Seoul gagal mendukung proses rekonsiliasi, menambahkan bahwa pihak berwenang Korsel akan segera menghadapi masa-masa mengerikan. 

Seoul telah berjanji untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk meredakan ketegangan dengan Pyongyang dan menghentikan para aktivis Korsel mengirim selebaran ke Korut. 

Ketegangan di kawasan itu melonjak setelah Korut memutus komunikasi dengan tetangganya di selatan dan meledakkan kantor penghubung bersama di kota perbatasan Kaesong, sebagai tanggapan atas kampanye jangka panjang oleh kelompok-kelompok tertentu di Korsel yang mengirim selebaran melintasi perbatasan mengkritik para kebijakan pemimpin Korut Kim Jong Un. 

Pada hari Rabu, Staf Umum Korut mengumumkan bahwa mereka akan memindahkan pasukan ke Kaesong dan zona wisata bersama Gunung Kumgang di pantai timur, serta memulihkan pos jaga di zona demiliterisasi yang telah dihapus setelah pertemuan puncak antar-Korea pada tahun 2018. 

Loading...

Iran: Uji Coba Rudal Balistik Prancis Ancaman Bagi Dunia

Satu Anggota TNI Pasukan Perdamaian PBB Gugur di Kongo, Satu Lainnya Luka setelah Diserang Milisi