in

Sebelum Bunuh Prajurit TNI, Milisi Haus Darah Kongo Bantai 20 Sipil

Twitter @Lacroix_UN

  Sebuah fakta mengerikan terungkap dalam kasus pembunuhan Sersan Mayor Rama Wahyudi prajurit Tentara Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Kongo.

Ternyata kelompok bersenjata Pasukan Demokrat Sekutu atau ADF yang menyerang dan menembak mati Serma Rama dan rombongan Satgas Konga XXXIX-B RDB Monusco baru melakukan pembunuhan yang lebih biadab lagi.

Menurut informasi yang dihimpun VIVA Militer dari Tentara Nasional Kongo (FARDC), Kamis 25 Juni 2020, sebelum menyerang Satgas Konga XXXIX-B RDB Monusco, pasukan ADF tercatat melakukan pembunuhan terhadap puluhan warga sipil.

FARDC menyatakan, tercatat ada 20 warga sipil yang dihabisi kelompok bersenjata haus darah itu dalam penyerangan ke dua desa yang berada di timur laut Kongo di Provinsi Ituri.

Pasukan FADRC sempat melakukan pengejaran bahkan dengan mengerahkan serangan udara terhadap markas-markas ADF. Namun kelompok milisi melarikan diri.

“Melarikan diri dari serangan udara FARDC, empat orang muncul di desa terpencil ini dan terbunuh. Sayangnya 10 orang ditemukan tewas, ” kata juru bicara militer di Ituri, Jules Ngongo dilansir guerrenelmondo.

Milisi bersenjata ADF bukan kelompok bersenjata abal-abal. Mereka dikenal sebagai kelompok haus darah yang tak segan-segan melakukan pembantaian.

Pada Desember 2017, ADF menyerang markas tentara PBB asal Tanzania di Semuliki dekat Uganda. Dalam peristiwa itu 15 tentara tewas.

ADF merupakan milisi yang awalnya merupakan pemberontak muslim asal Uganda yang melarikan diri ke timur Kongo pada 1995.

Serma Rama Wahyudi meninggal dunia Selasa 23 Juni 2020 setelah ditembaki kelompok ADF  di Provinsi Kivu Utara sekitar 20 kilometer dari Beni dekat Uganda atau sebelah timur Republik Demokratik Kongo [Viva]

Loading...

Tak Ada Lagi Perjanjian, Amerika Siap Kirim Rudal Nuklir ke Asia

Ledakan Dahsyat Guncang Iran, Diduga di Situs Nuklir Militer